PERPISAHAN: Tutuk Kurniawan menangis saat berpelukan pada Plt Ketua Umum KONI Jateng Hartono, sebelum dimulainya rapat pleno kemarin. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
 PERPISAHAN: Tutuk Kurniawan menangis saat berpelukan pada Plt Ketua Umum KONI Jateng Hartono, sebelum dimulainya rapat pleno kemarin. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

PERPISAHAN: Tutuk Kurniawan menangis saat berpelukan pada Plt Ketua Umum KONI Jateng Hartono, sebelum dimulainya rapat pleno kemarin. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SUASANA haru terlihat sebelum dimulainya rapat pleno KONI Jateng yang membahas surat pengunduran diri Tutuk Kurniawan dari jabatan ketua umum, kemarin, di ruang rapat kantor KONI Jateng Kompleks Jatidiri Semarang. Dalam kesempatan tersebut Tutuk berpamitan kepada seluruh pengurus KONI Jateng. Tutuk menangis ketika menyalami dan memeluk satu per satu pengurus sembari meminta maaf.

Sebelumnya, Tutuk menyampaikan bahwa sebenarnya tidak ada larangan dirinya harus mundur dari jabatan ketua umum KONI Jateng, meski saat ini dirinya berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang disandangnya sejak setahun lalu. Namun melihat dinamika yang berkembang, Tutuk akhirnya legawa mundur dari jabatan ketua umum, terhitung sejak dibuatnya surat pengunduran diri pada 10 November lalu, demi menyelamatkan olahraga Jawa Tengah.

“Saya tidak ingin gara-gara ontran-ontran organisasi, maka kinerja KONI Jateng dalam membangun prestasi olahraga Jawa Tengah terganggu. Meski sebenarnya tidak ada aturan yang melarang saya untuk tetap menjabat sebagai ketua umum KONI Jateng,” tegasnya.

Namun di sisi lain Tutuk juga mengaku kecewa, karena dirinya selama ini selalu disalahkan dan dipojokkan. “Ada yang mencoba “menusuk” saya dari belakang. Ada yang ingin kursi saya sebagai ketua umum dengan cara yang tidak fair. Tapi apapun, saya sudah ikhlas, demi prestasi olahraga Jawa Tengah,” tandas bos perusahaan transportasi ini.

Seperti diketahui, dua hari lalu Tutuk menyerahkan surat pengundurandirinya dari jabatan ketua umum KONI Jateng, dan memmberikan mandat kepada pengurus untuk menggelar Musorprovlub. “Surat tersebut sudah saya tandatangani pada 10 November lalu dan saya kirimkan kepada pengurus inti KONI pada Kamis (13/11) pagi,” beber Tutuk.

“Jadi keputusan ini saya ambil bukan karena desakan anggota, karena saat ini yang tercatat mengajukan surat untuk Musorprovlub hanya 30 anggota jadi belum ada 2/3 karena total anggotanya ada 99. Jadi keputusan ini saya ambil semata demi kepentingan kemajuan olahraga Jateng, daripada ontran-ontran terus,” tegasnya. (bas/smu)