Entaskan Kemiskinan Warga dengan Ternak Lele

338
KREATIF: PKBM Surya Alam Desa Batu, Kecamatan Karangtengah mengembangkan kolam ikan lele untuk dibuat abon dan kerupuk. (wahibpribadi/RADAR SEMARANG)
KREATIF: PKBM Surya Alam Desa Batu, Kecamatan Karangtengah mengembangkan kolam ikan lele untuk dibuat abon dan kerupuk.  (wahibpribadi/RADAR SEMARANG)
KREATIF: PKBM Surya Alam Desa Batu, Kecamatan Karangtengah mengembangkan kolam ikan lele untuk dibuat abon dan kerupuk. (wahibpribadi/RADAR SEMARANG)

DEMAK-Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Alam, Desa Batu, Kecamatan Karangtengah membuat terobosan baru. Untuk mengentaskan masyarakat miskin di daerah sekitar, PKBM tersebut memberikan berbagai pelatihan pada warga, termasuk beternak ikan lele.

Selain itu, ikan lele tersebut juga diproses menjadi bahan makanan, termasuk abon dan kerupuk. Pembina PKBM Surya Alam, Nely Sofiati mengungkapkan, kegiatan itu bermula ketika Desa Batu menjadi salah satu desa vokasi. Karena itu, untuk mewujudkan sebagai desa yang mandiri, PKBM yang dipimpinnya tersebut mencoba menggali inspirasi sebagaimana yang pernah digalakkan Desa Wonosari, Kecamatan Bonang. “Lalu, kita ikut kembangkan ternak lele dan pohon jambu (bule),” katanya.

Menurutnya, sudah tiga tahun terakhir, banyak lahan sawah di Desa Batu bagian utara yang kini terdampak air rob. Akibatnya, tanah tidak bisa lagi ditanami padi. Selain itu, banyak warga dikampungnya yang bekerja sebagai buruh pabrik. Namun, karena usianya sudah menginjak 40-an tahun, tidak laku lagi untuk bekerja dipabrik. “Agar warga punya kegiatan dan penghasilan, maka mereka kita berikan program menanam 1 rumah 1 pohon jambu. Program ini dijalankan di RW 1 yang membawahi 3 RT dengan 500 kepala keluarga (KK),” katanya.

Ditambahkan, penanaman pohon jambu itu dilakukan disetiap sudut tanah milik warga. Sedangkan, disekitar jambu dibuat kolam lele. “Kita manfaatkan semua lahan,”jelas dia. Untuk ternak lele ini bisa panen antara 2 hingga 3 bulan setelah benih ditebar. Sebelumnya, ternak lele ini menggunakan kain terpal. Namun, karena air cepat rusuh dan boros, akhirnya ikan ditebar di kolam. “Harga ikan lele mencapai Rp 15 ribu perkilogram. Tapi, kalau dibuat abon atau kerupuk harganya lebih tinggi lagi. Modal Rp 50 ribu bisa untuk Rp 50 ribu juga. Sebaliknya, jika dijual curah, keuntungan ikan lele hanya Rp 900 ribu. Kita ajari ibu-ibu rumah tangga buat abon saja,”kata dia.

Dia menuturkan, ada 10 kelompok yang kini belajar membuat abon dan kerupuk lele. Pembina PKBM, Prihatin Indahsari menambahkan, warga yang kurang mampu termasuk beberapa keluarga yang sebelumnya bekerja sebagai pengemis kini sudah berubah. Sejak ada PKBM, mereka bisa belajar mencari nafkah secara mandiri. “Kita latih menjahit dan beternak lele,”kata dia. Kepala Desa Batu, Sukir mengatakan, dengan adanya PKBM tersebut, ekonomi warganya mulai terangkat naik. “Ada 20 titik kolam ikan lele yang dikembangkan warga,”katanya. Menurutnya, didesanya ada 2 ribu KK dan 4 ribu jiwa. Namun, sejak sawah sebagian terkena rob, ekonomi warga menurun. Mereka hanya mengandalkan kerja di pabrik sebagai buruh. “Sekarang sudah ada keterampilan beternak lele dan menjahit, utamanya bagi ibu-ibu,” jelas Sukir. (hib/zal)