MENGULAR: Warga saat antre BBM di SPBU Gombel Semarang tadi malam. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
MENGULAR: Warga saat antre BBM di SPBU Gombel Semarang tadi malam. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
MENGULAR: Warga saat antre BBM di SPBU Gombel Semarang tadi malam. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Pengumuman kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tadi malam, langsung disambut warga dengan mengantre di semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Semarang. Antrean panjang kendaraan sudah tampak sejak pukul 20.00.

Harga premium sendiri naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 per liter mulai pukul 00.00 tadi malam. Selama 4 jam jelang kenaikan, warga rame-rame menyerbu SPBU terdekat untuk mengisi penuh tangki motor maupun mobilnya.

Pantauan Radar Semarang, sejumlah SPBU di Kota Atlas, seperti SPBU di Jalan Ahmad Yani, Gombel, Sukun Banyumanik, Lamper Tengah, Jalan Sriwijaya, Ngesrep, Kedungmundu, Mangkang Wetan, Jalan Majapahit, Kaligarang, dan Sampangan, dipadati antrean kendaraan hingga sepanjang 500 meter.

Pemandangan paling parah terlihat di SPBU Ahmad Yani Semarang. Bahkan antrean kendaraan tampak hingga perempatan Jalan Ki Mangunsarkoro-Jalan Atmodirono. Praktis, Jalan Ahmad Yani tadi malam mengalami kemacetan. Sejumlah petugas Polrestabes Semarang tampak mengatur antrean kendaraan.

Salah satu warga yang ikut mengantre, Dani Aditya, 19, mengaku rela antre panjang untuk mengisi penuh bahan bakar motornya karena takut tidak kebagian premium atau harus membayar lebih mahal pada keesokan harinya.

”Pengin ngirit Mas, soalnya saya juga masih kuliah. Kalau harga naik terus, jelas memberatkan,” keluhnya sambil mendorong motornya mengantre di SPBU Ahmad Yani.

Antrean yang semakin panjang bahkan membuat salah satu warga yang tidak sabar, nekat menyerobot ke depan hingga membuat warga lainnya geram. ”Antre Mas, jangan mau menang sendiri,” teriak salah satu pengendara motor. (den/aro/ce1)