Pelari Kenya Dominasi Borobudur 10K

139
MUKHTAR LUTFI/RADAR SEMARANG
MUKHTAR LUTFI/RADAR SEMARANG
MUKHTAR LUTFI/RADAR SEMARANG

MUNGKID – Pelari dari benua Afrika kembali merajai even Borobudur International Festival 10K yang dibuka secara resmi oleh Menteri Pemuda Olahraga Imam Nahrawi, pagi kemarin (16/11). Kali ini atlet asal Kenya berhasil menyapu gelar juara di kategori internasional putra dan putri.

Kennedy Kiproo Lilan pelari asal Kenya berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 29 menit 35 detik. Untuk kategori elite internasional putri pelari tercepat adalah Peninah Kigen juga asal Kenya dengan catatan waktu 36 menit 12 detik. “Juara satu sampai empat kategori elite internasional juga dijuarai oleh pelari asal Kenya,” kata Sekretaris PASI Kabupaten Magelang Priatmadi, yang menjadi salah satu panitia, kemarin.

Untuk kategori atlet nasional Agus Prayogo pelari asal Jawa Barat berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 31 menit 45 detik. Sedangkan pada nomor perempuan Yulia Ningsih asal Jawa Timur mencatatkan waktu 37 menit 08 detik dan jadi juara pertama.

Juara pertama untuk kategori elite internasional membawa pulang hadiah 70 ribu USD. Sementara untuk atlet nasional mendapatkan hadiah Rp 45 juta. Hadiah diserahkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Magelang, Zaenal Arifin.

Kenedy Lilan pelari asal Kenya mengaku senang berhasil menjuarai even Borobudur 10 K tahun ini. Terlebih di tahun lalu dia gagal menjuarai even tersebut. “Saya senang sekali, persaingan ketat tapi saya bisa juara,” kata dia. Joseph Mwangi, juara II elite internasional juga merasakan hal serupa. Dia berhasil memperbaiki prestasi di Borobudur 10K tahun sebelumnya. “Senang karena tahun lalu juara tiga sekarang bisa juara dua,” kata dia.

Jika tahun lalu rute Borobudur 10K banyak dikeluhkan karena banyak tanjakan dan belokan, tahun ini mereka menilai berbeda. Rute baru ini dianggap lebih baik dan menyenangkan. “Rutenya bagus, tidak ada masalah,” tambah Joseph. “Rute kali ini saya nilai lebih baik dari tahun lalu. Tidak masalah karena tidak banyak tanjakan,” tambah Agus Prayogo.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah Budi Santoso mengatakan rute baru ini telah mendapatkan lisensi dari federasi atletik internasional (IAF) untuk lima tahun kedepan. “Sudah disertifikasi kelayakannya,” ungkap dia. Tahun ini, kata dia jumlah pelari tercatat berjumlah 15.648. Peserta berasal dari 15 negara. “Dari tahun lalu jumlahnya meningkat. Hanya elite internasional putri yang keikutsertaannya menurun,” kata Ketua Panitia Borobudur 10 K Budi Cahyadi.

Penggagas, Borobudur International 10K yang juga tokoh masyarakat Magelang, Liem Chie An mengatakan secara keseluruhan even Borobudur 10K tahun ini terbilang sukses. Selain itu juga berdampak langsung kepada masyarakat sekitar borobudur. (vie/smu)