PUASKAN PENONTON : Vokalis Nidji, Giring mengajak seorang penonton untuk duet di atas panggung. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
PUASKAN PENONTON : Vokalis Nidji, Giring mengajak seorang penonton untuk duet di atas panggung. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
PUASKAN PENONTON : Vokalis Nidji, Giring mengajak seorang penonton untuk duet di atas panggung. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)

WONOSOBO – Grup musik asal Jakarta, Nidji , Sabtu (16/11) malam, membius ribuan remaja Wonosobo. Membawakan 12 lagu hitsnya, grup dengan vokalis Giring ini, mampu memberikan suguhan musik atraktif dan mengobati rasa kangen Nidjiholic (sebutan penggemar Nidji).

Kelompok musik yang digawangi Giring (vokal), Rama dan Ariel (gitar), Adrie (drum), Andro (bass) dan Randy (keyboard) ini, diundang SMA 1 Wonosobo dalam ajang tahunan Classic, yang dihelat di halaman gedung Sasana Adipura Wonosobo.

Giring bersama kawan-kawannya, naik panggung sekitar pukul 22.30. Sebelumnya hujan deras dari siang mengguyur wilayah Wonosobo. Meski diterpa suhu dingin, tidak menyurutkan ribuan remaja untuk menyaksikan pementasan Nidji. Giring membuka pentas dengan lagu beritme cepat Shadow menyusul kemudian Kau dan Aku.

Sepanjang pentas, antusiasme penonton sangat terasa. Para penonton menirukan bait demi bait lagu-lagu yang dibawakan Nidji. Di tengah acara, Giring memberikan kejutan. Dia meminta salah seorang remaja putri naik panggung. Saat itu pula, Giring melantunkan lagu Rahasia Hati dengan memeluk anak berkerudung itu.

Sontak remaja yang di bawah panggung berteriak histeris. Belum usai, pada akhir lagu, Giring mengenakan handuk, mengusap keringat remaja itu. Bahkan mencium pipi gadis itu. Teriakan penonton semakin lantang.

Namun, pentas Nidji sempat terganggu menjelang dua lagu terakhir. Di saat pertunjukan memasuki puncak, tiba-tiba lighting dan sound system padam. Sehingga pertunjukan sempat berhenti. Setelah beberapa menit, pertunjukan dilanjutkan dengan lagu Laskar Pelangi dan Di Atas Awan. Pertunjukan tak berjalan maksimal, karena tidak semua lampu menyala dan pelantang suara juga tidak terdengar maksimal.

Kepala SMA 1 Wonosobo Danang Kusumanto mengatakan, pertunjukan Nidji merupakan bagian dari agenda Classic sekolahnya yang digelar tiap setahun sekali. Selain pertunjukan musik, pada siang harinya digelar pameran kreasi siswa di gedung Sasana Adipura. “Ajang ini untuk memberikan ruang kreatifitas anak,” katanya.

Melalui acara ini, kata Danang, untuk memberikan motivasi siswanya dalam mengasah kreatifitas dan inovasi. “Tiap tahun kami agendakan acara ini, untuk ruang kreativitas dan hiburan bagi remaja Wonosobo,” jelasnya. (ali/lis)