JLU Ditarget Selesai Desember

119
DIKEBUT: Para pekerja melakukan penggalian dan penataan tanah di kawasan Beji Ungaran Timur hingga tembus ke Lemah Abang Bergas. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 DIKEBUT: Para pekerja melakukan penggalian dan penataan tanah di kawasan Beji Ungaran Timur hingga tembus ke Lemah Abang Bergas. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

DIKEBUT: Para pekerja melakukan penggalian dan penataan tanah di kawasan Beji Ungaran Timur hingga tembus ke Lemah Abang Bergas. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Pembangunan Jalan Lingkar Ungaran (JLU) dari lingkungan Beji, Ungaran Timur hingga tembus Jalan Utama Ungaran-Bawen tepatnya di samping Karoseri Laksana kawasan Lemah Abang, Kecamatan Bergas ditarget selesai pertengahan Desember 2014. Kendala utama pekerjaan jalan sepanjang 1,7 kilometer dengan lebar 5 meter itu adalah cuaca, sebab saat ini sudah memasuki musim hujan.

Pantauan Radar Semarang, saat ini pekerjaan pengecoran masih berlangsung. Pengecoran dilakukan bertahap sepanjang 200 meter dari STA 0 di Beji. Setelah pengecoran tersebut selesai dilanjutkan pengecoran hingga STA akhir di samping Laksana. Penataan lahan juga terus dikebut oleh sejumlah pekerja sebelum dilakukan pengecoran.
”Pengecoran di STA 0 hingga 200 meter sudah mulai, kita melakukan pengecoran bertahap hingga STA akhir. Saat ini pekerjaan sudah mencapai 40 persen, mudah-mudahan selesai tepat waktu,” kata Kepala DPU Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto, Minggu (16/11) kemarin.

Totit menambahkan, anggaran pembangunan JLU mencapai sekitar Rp 6,7 miliar. Sedangkan Sisa dana tender sebesar Rp 400 juta akan digunakan untuk membuat patok DMJ (daerah milik jalan), dan memperbaiki geometri jalan. Selain itu menurut Totit, di STA akhir yakni di persimpangan Laksana dibutuhkan lahan 5.000 meter persegi untuk ikut program rencana aksi kota hijau (taman kota) dari Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2015. ”Kalau disetujui anggarannya dari pusat, Rp 1-1,5 miliar. Mudah-mudahan dapat programnya, kalau tidak dapat, nanti kita ratakan saja dan ditanami tanaman penghijauan,” pungkasnya.

Sementara itu Syarul, 30, warga Ungaran Timur mengatakan, pembangunan JLU sangat didukung warga. Sebab dengan adanya JLU paling tidak dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama. Terutama bagi warga Ungaran timur yang akan ke wilayah selatan seperti Bergas, Karangjati dan Bawen, sebaliknya warga dari wilayah selatan lebih dekat lewat JLU. (tyo/zal/ce1)