Pemkot Diminta Cepat Tata Pasar Inpres

137

SEMARANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta kepada Pemkot Semarang secepatnya menata Pasar Inpres yang dijadikan tempat relokasi pedagang Pasar Peterongan. Supaya tidak mengecewakan pihak pedagang.

”Kalau bisa, secepatnya pemerintah mengukur tempat di bangunan Pasar Inpres dan segera dipetakan. Agar para pedagang tidak saling klaim atau rebutan tempat. Selain itu, kondisi bangunan juga perlu dicek ulang mana fasilitas kebutuhan yang harus dipenuhi,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Mualim kepada Radar Semarang, Jumat, (14/11) kemarin.

Demikian halnya dengan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengingatkan agar revitalisasi Pasar Peterongan tidak mengecewakan pedagang. ”Harus selesai tepat waktu. Pembangunan Pasar Peterongan kan satu tahun anggaran, jadi selesainya ya harus satu tahun. Jangan molor. Jangan seperti pembangunan Pasar Bulu, yang selalu molor. Kasihan pedagang,” tegasnya.

Supriyadi menambahkan, pemerintah melalui dinas terkait harus segera melakukan sosialisasi bangunan bentuk Pasar Peterongan yang masih dalam rencana pembangunan. Alangkah baiknya pemerintah dan pedagang duduk dalam satu meja membahas bentuk bangunan. ”Jangan sampai bentuk bangunan mengecewakan pedagang,” tegasnya.

Terkait adanya pohon asam dan bangunan di dalam lokasi Pasar Peterongan, Supriyadi menambahkan pohon asam yang berdiri puluhan tahun dan sudah dikenal masayarakat dengan sebutan nama Mbah Gosang tersebut tidak arus dihilangkan. ”Sebaiknya bangunan kecil dan pohon asam jangan dihilangkan. Itu merupakan kearifan budaya lokal. Terbukti bangunan dan pohon tersebut banyak dikunjungi warga baik dalam kota maupun luar kota,” ungkapnya. (mg9/ida/ce1)