Mantan Bupati Rina Dijaga 24 Jam Nonstop

172
Rina Iriani. (DOK/RADAR SEMARANG)
Rina Iriani. (DOK/RADAR SEMARANG)
Rina Iriani. (DOK/RADAR SEMARANG)

RANDUSARI – Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih saat ini sudah dipindahkan dari ruang Emergency Garuda ke ruang Paviliun Garuda RSUP dr Kariadi Semarang. Selama perawatan, jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng melakukan penjagaan selama 24 jam nonstop terhadap wanita dengan julukan ”Ratu Jemani” itu.

Seperti diketahui, terdakwa kasus dugaan korupsi dana subsidi Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk proyek Perumahan Griya Lawu Asri (GLA) Kabupaten Karanganyar tahun 2007 dan 2008 itu pada Kamis (13/11) lalu sempat hendak dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas IIA Bulu Semarang. Namun, pihak lapas menolaknya lantaran jaksa tidak membawa surat keterangan sehat atas terdakwa Rina dari dokter. Rina akhirnya dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk diperiksa. Dokter menyatakan Rina masih sakit dan harus dirawat.

”Kami tempatkan personel untuk menjaga terdakwa yang masih dirawat secara intensif di rumah sakit,” kata jaksa dari Kejati Jateng, Slamet Widodo.

Diungkapkannya, Rina Iriani dipindahkan tak lama setelah mendapat pernyataan dari dokter yang memeriksanya. Menurut Slamet, penjagaan selama 24 jam berguna untuk pengawasan secara langsung.

”Kalau terjadi apa-apa dan jaksa tidak di tempat, kami bisa disalahkan. Tetap kami kawal selama di rumah sakit,” tuturnya.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng Eko Suwarni menambahkan, eksekusi Rina belum bisa dilakukan karena yang bersangkutan masih dinyatakan sakit. ”Eksekusi bisa dilakukan jika sudah ada surat dari rumah sakit yang menyatakan dia (Rina, Red) sehat,” jelas Eko kepada wartawan.

Penyakit Jantung
Rina Iriani sendiri diketahui menderita penyakit jantung. Hal itu diketahui setelah yang bersangkutan diperiksa secara menyeluruh oleh dokter RSUP dr Kariadi.

”Hasil pemeriksaan dokter RSUP dr Kariadi, Bu Rina terkena penyakit jantung. Ini bukan diagnosa saya, tapi diagnosa dokter yang merawat beliau,” ungkap M. Taufik, salah satu penasihat hukum Rina, Jumat (14/11).

Atas hal itu, lanjut Taufik, kliennya tersebut dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) setelah sebelumnya menjalani perawatan di Emergency Garuda RSUP Kariadi. ”Saya mohon pihak kejaksaan tidak memaksakan kehendak dengan menahan Bu Rina, karena memang kondisinya masih sakit,” harapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan kakak terdakwa, Sriyono. Menurutnya, kondisi kesehatan adiknya semakin memburuk. Hasil pemeriksaan dokter di Emergency Garuda RSUP dr Kariadi adiknya menderita penyakit jantung. ”Ada catatan rekam medisnya, silakan dicek kalau tidak percaya,” tandasnya.

Koordinator jaksa Penuntut Umum (JPU), Sugeng Riyanta mengatakan, pihaknya memercayai keterangan dokter RSUP dr Kariadi yang menyatakan bahwa terdakwa perlu menjalani perawatan lebih lanjut. ”Kalau kondisi pasien sehat, pihak rumah sakit pasti merekomendasikan untuk pulang,” ujarnya. (fai/ris/jpnn/aro/ce1)