Pengusaha Diminta Setor Rp 20 Juta

173
ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU DILAPORKAN—Para pengusaha mengadukan tarikan sumbangan dari Pemkab Temanggung kepada Ombudsman Republik Indonesia di Hotel Indraloka.
ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU
DILAPORKAN—Para pengusaha mengadukan tarikan sumbangan dari Pemkab Temanggung kepada Ombudsman Republik Indonesia di Hotel Indraloka.
Pemkab Bantah Ada Kewajiban
TEMANGGUNG—Para pengusaha di Kabupaten Temanggung diminta untuk memberikan sumbangan kepada panitia HUT Kabupaten Temanggung. Tidak tanggung-tanggung, sumbangan dibanderol Rp 20 juta per orang. Para pengusaha mengaku keberatan dengan permintaan yang bernuansa diwajibkan tersebut. Sementara Pemkab mengelak telah mematok sumbangan dan menyatakan sumbangan tersebut merupakan bantuan yang tidak mengikat.
“Permintaan sumbangan Rp 20 juta sangat berat bagi kami, sebab pelayanan oleh Pemkab juga buruk,” kata seorang pengusaha, Vita.
Vita mengungkapkan keberatannya tersebut di hadapan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah pada kegiatan yang digelar Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Temanggung di Hotel Indraloka, Kamis (13/11) pagi.
Dalam diskusi terkait pengawasan pemerintah daerah terhadap pelayanan publik yang transparan dan terukur waktunya ini, Vita juga meminta agar sumbangan bantuan tidak bersifat mengikat dengan besaran yang telah ditentukan. Sumbangan itu diminta Bagian Umum Setda Temanggung untuk diserahkan pada Sabtu (15/11) melalui Apindo.
Pengusaha lain Eko Priyo mengatakan, Pemkab telah meminta dirinya selaku bendahara Apindo sebagai koordinator dalam pengumpulan sumbangan. Jika telah terkumpul, sumbangan akan diserahkan pada staf Bagian Umum Setda. “Memang ada telpon dari Bagian Umum bahwa sumbangan Rp 20 juta tiap perusahaan dan diminta disetor Sabtu besok,” katanya.
Tetapi karena tidak ada persetujuan dari Ketua Apindo, Eko hanya bersikap pasif dan tidak akan menagih ke anggota. Setelah terkumpul baru menghubungi pemkab dan mereka yang mengambilnya.
Pada 4 November lalu, Bupati Temanggung Bambang Sukarno mengumpulkan pengusaha untuk meminta masukan dan kritik atas kinerjanya. Tetapi ujungnya meminta sumbangan untuk ikut membiayai kegiatan HUT Temanggung. Beberapa hari setelah itu, dari Bagian Umum menelepon para pengusaha dan meminta sumbangan Rp 20 juta tiap perusahaan.
Terpisah, Kabag Umum Setda Temanggung Harry Agung Nugroho membantah telah mematok sumbangan dengan nominal tertentu. Ia menyangkal pihak Pemkab melalui dirinya menghubungi para pengusaha secara langsung lewat telepon meminta uang antara Rp 17 juta hingga Rp 20 juta untuk kepentingan partisipasi perayaan Hari Jadi Temanggung.
“Tidak benar kalau saya meminta uang sebagai wujud partisipasi dengan besaran tertentu, apalagi sampai Rp 17 juta sampai Rp 20 juta. Kalau kami meminta bantuan dari para pegusaha memang benar, tapi konteksnya bukan kepada asosiasi, dalam hal ini Apindo,” akunya.
Meski menyangkal telah menentukan besaran sumbangan seperti yang diungkapkan Ketua Apindo Heri Satmoko, Harry membenarkan bahwa Pemkab telah meminta izin kepada Bupati untuk memohon sejumlah bantuan sukarela dalam rangka partisipasi perayaan Hari Jadi. Sebab Pemkab kekurangan dana untuk melaksanakan semua kegiatan.
“Oleh karena itu kami meminta bantuan dana kepada para pengusaha secara personal, tapi bukan asosiasi, ini perlu digaris bawahi. Konteksnya pengusaha, buka asosiasi pengusaha. Memang tahun-tahun sebelumnya kami tidak melakukan hal ini, tapi memang tahun ini kami kekurangan anggaran,” imbuhnya.
Ditambahkannya, hingga saat ini pihaknya belum menerima uang sepeser pun dari pengusaha tersebut. Sebab Pemkab bersikukuh ingin menerapkan akuntabilitas laporan keuangan kepada masyarakat luas.
“Kemarin saat kami adakan pertemuan secara personal dengan pihak pengusaha tidak ada masalah. Akan tetapi kenapa saat ini pihak Apindo turut buka suara. Niat kami meminta bantuan dari masing-masing pengusaha bukan asosiasi. Bahkan kami pun tidak memberikan batas waktu kapan uang tersebut harus masuk kepada pihak Pemkab,” tandasnya. (zah/ton)