DIKEBUT: Pembangunan Pasar Bulu baru yang memasuki tahapan finishing. Ditargetkan pada Desember mendatang, para pedagang sudah direlokasi ke pasar yang dibangun selama hampir 3 tahun ini. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 DIKEBUT: Pembangunan Pasar Bulu baru yang memasuki tahapan finishing. Ditargetkan pada Desember mendatang, para pedagang sudah direlokasi ke pasar yang dibangun selama hampir 3 tahun ini. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

DIKEBUT: Pembangunan Pasar Bulu baru yang memasuki tahapan finishing. Ditargetkan pada Desember mendatang, para pedagang sudah direlokasi ke pasar yang dibangun selama hampir 3 tahun ini. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Proses relokasi pedagang Pasar Bulu ke bangunan baru yang dijadwalkan pada Desember mendatang diharapkan bukan janji palsu Pemkot Semarang. Baik pedagang maupun kalangan dewan meminta pemkot menepati janjinya, tidak ada kata molor lagi.

”Desember (pedagang) harus sudah pindah, bagaimana pun caranya. Karena proses pembangunannya sudah tiga tahun,” tegas Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang, bersama tiga pimpinan dewan (pimwan) lainnya, Supriyadi (ketua DPRD), Joko Santoso (wakil), dan Wiwin Subiyono (wakil), didampingi Sekwan, kemarin (13/11).
Legislator asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, dalam APBD murni 2015, pemkot mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp 7 miliar untuk Pasar Bulu. Dana tersebut untuk escalator dan food court.

”Prinsipnya, setelah kasus Pasar Bulu, kita minta proses pembangunan (pasar tradisional) ke depan dilakukan satu masa anggaran saja. Karena kalau multiyears kelamaan, kasihan pedagangnya. Konsekuensinya pemkot harus bisa melakukan percepatan pembangunan,” tegasnya.

Desakan agar pembangunan segera dirampungkan juga menjadi harapan para pedagang Pasar Bulu. Mereka berharap Pemkot Semarang tidak lagi menunda-nunda penataan masuk pedagang ke dalam bangunan baru Pasar Bulu. Bahkan pedagang juga semakin resah dengan pembangunan pasar yang hingga memasuki musim penghujan belum kunjung rampung.

Keresahan itu dialami Sunarti, 51, pedagang bumbon. Sebab, memasuki penghujan, proyek pembangunan Pasar Bulu yang sudah hampir tiga tahun belum juga selesai.

”Bagaimana tidak resah, pemerintah hanya janji-janji saja. Pembangunan selesai akhir tahun 2014. Tapi kenyataanya pembangunan juga belum selesai. Apalagi sekarang ini akan memasuki musim penghujan,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Kamis (13/11) kemarin.
Hal sama juga diungkapkan Rukman, 54, meski dirinya hanya mengetahui sebatas informasi melalui media bahwa pedagang bisa menempati Pasar Bulu yang baru pada akhir Desember 2014, namun ia pesimistis kalau penempatan itu tepat waktu. Menurutnya, proyek pengerjaan pembangunan Pasar Bulu tidak tepat waktu.

”Kalau pengerjaan itu dilakukan dengan serius, setahun saja pasti sudah selesai. Tapi kenyataannya hampir tiga tahun kurang satu bulan saja belum rampung. Harapan kami, kalau bisa secepatnya pembangunan itu diselesaikan. Jangan janji-janji waktu saja. Tahu-tahu meleset lagi,” keluhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pasar, Trijoto Sardjoko optimistis penyelesaian proyek Pasar Bulu bisa tepat waktu. Mengingat saat ini tinggal proses finishing. Pihaknya juga memastikan pada akhir Desember 2014 pedagang bisa dipindah ke Pasar Bulu yang baru. ”Pembangunan sudah selesai. Pada akhir Desember tahun ini dipastikan pedagang sudah bisa masuk ke tempat yang baru,” terangnya.
Kepastian relokasi bulan Desember juga dilontarkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Hendi, sapaan akrabnya, menyatakan, ditargetkan pengerjaan selesai awal Desember mendatang. ”Kita perkirakan awal Desember sudah selesai, sehingga saya pastikan akhir Desember pedagang sudah masuk (menempati bangunan baru),” tegas wali kota.

Diketahui, pemkot telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5,7 miliar untuk proses finishing Pasar Bulu. Pengerjaan yang meliputi pembutan pagar, pemasangan keramik lantai dan landscape. Bangunan baru Pasar Bulu memiliki kapasitas 1.500 pedagang. ”Setelah jadi nanti, kita tetap mengutamakan pedagang lama yang selama ini terdaftar,” katanya. Selain itu, bangunan baru Pasar Bulu juga akan menampung sejumlah PKL kuliner yang selama ini berjualan di Jalan Pandanaran. (zal/mg9/aro/ce1)