Lepaskan Enam Kursi Pimpinan

173

GEDUNG BERLIAN – Konflik dalam menyusun alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRD Jateng mulai menunjukkan titik terang. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) luluh dan akhirnya sepakat melepaskan enam kursi pimpinan alat kelangkapan dewan kepada Koalisi Merah Putih (KMP). Rencananya, kelengkapan baru akan diparipurnakan pada Jumat (14/11).

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi mengaku sudah ada kesepakatan. Kedua belah pihak sama-sama mengalah, demi kepentingan rakyat Jawa Tengah. Dalam politik, sudah biasa ada beda pendapat atau konflik. Meski begitu, di Jateng tidak ada saling kubu-kubuan. ”Tapi ini untuk kepentingan bersama, yang terbaik untuk rakyat,” katanya.

Koalisi Indonesia Hebat siap melepaskan enam pimpinan dewan dalam alat kelengkapan dewan. Posisi ketua komisi masih tetap sama dengan susunan yang sudah terbentuk sebelumnya. Meski begitu, perubahan alat kelengkapan dewan tidak mempengaruhi semua agenda di dewan.

”Untuk badan, mengalami pelepasan pada posisi wakil ketua di Badan Kehormatan (BK) dan ada perombakan di Badan Pembuat Raperda (dulunya Badan Legislatif, Red),” imbuhnya.

Anggota DPRD Jateng dari KMP, Sriyanto Saputro menegaskan jika konflik sudah rampung. Ia menegaskan, ngototnya untuk merombak alat kelengkapan dewan bukan karena ingin jabatan. Tapi lebih karena ia dan tiga fraksi ingin meluruskan agar tatib di dewan tetap dijalankan.

Ia mengatakan, jika semua sudah sama-sama mencair dan tidak ingin mengorbankan kepentingan rakyat. ”Kami meminta delapan jatah di alat kelengkapan dewan. Sudah menemukan titik terang dan akan segera rampung,” kata Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, KMP tidak memiliki keinginan menghambat kinerja dewan. Meski belum masuk struktur alat kelengkapan dewan, anggota dari KMP tetap bekerja secara professional. Tetap masuk dan melakukan penyerapan aspirasi rakyat. (fth/ida/ce1)