Tak Ter-Cover KIS, Dapat KSS

173

BALAI KOTA – Kartu Semarang Sehat (KSS) akan dibagikan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada 19 November mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN). ”Jadi, Pak Wali akan meresmikan pemberian KSS pada 19 November nanti,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Widoyono, Rabu (12/11).

Widoyono mengatakan, dari 373.878 jiwa atau 21,49 persen penduduk di Semarang, sekitar 103.782 warga miskin (Gakin) akan mendapatkan KSS. Sedangkan sisanya sebanyak 270.096 jiwa tetap menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah pusat.
”Ini artinya, KSS diberikan bagi warga yang tidak ter-cover KIS. Sehingga, kemungkinan kecil warga miskin dapat dua kartu sakti. Karena daftarnya by addres by name,” jelas Widoyono.

Kartu sakti milik Pemkot Semarang ini, akan dibagi dalam dua tahap yakni 782 kartu akan disebar pada tahun ini. Sedangkan sisanya pada tahun 2015. KSS, nantinya bisa dimanfaatkan bagi warga miskin untuk berobat segala jenis penyakit dan rawat jalan hampir di rumah sakit kelas III.

”Warga Semarang yang tidak masuk daftar warga miskin dalam program KIS, bisa di-cover lewat pemberian Kartu Semarang Sehat. Syaratnya, mereka harus membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM),” urainya.

Menurut Widoyono, dana yang dibutuhkan untuk program KSS bersumber dari APBD 2014 dan 2015 total senilai Rp 70 miliar. Untuk ongkos pembuatan kartunya senilai Rp 500 juta. ”Bentuk kartunya seperti anjungan tunai mandiri yang dilengkapi barcode,” tutur Widoyono.

Tarif berobat bagi pasien KSS akan memakai patokan biaya pengobatan di RSUD Ketileng Semarang. Dia menambahkan, KSS akan dibagikan melalui puskesmas-puskesmas dan 16 kelurahan. (mg9/zal/ida/ce1)