HASIL otopsi tim dokter RSUP dr Kariadi terhadap jenazah Dian Dwi Puryani, 30, menyatakan tidak menemukan indikasi korban mengalami kekerasan seksual. Diduga, korban tidak diperkosa oleh pelaku, meski sudah dalam keadaan telanjang.

Bercak darah di sekitar kemaluan korban diduga merupakan darah menstruasi. Korban meninggal disebabkan pukulan benda tumpul dan mulut disumpal kain celana dalam yang mengakibatkan korban gagal bernafas hingga meninggal. Hal itu diketahui setelah dilakukan otopsi oleh tim dokter RSUP dr Kariadi yang dilakukan kurang lebih 3 jam, sejak pukul 16.00 hingga 19.00.

Dokter spesialis forensik dan medicolegal RSUP dr Kariadi Semarang dr Gatot Suharto menyebutkan, tiga tulang rusuk dada kiri korban patah. ”Ada luka bekas pukulan benda tumpul di tengkuk hingga mengalami pendarahan di otak. Ini yang menyebabkan kritis,” ungkapnya.

Dijelaskan Gatot, luka akibat benda tumpul tersebut sebenarnya tidak mengakibatkan kematian. Namun justru kain celana dalam yang disumpalkan di mulut korban itulah yang mengakibatkan korban tidak bisa bernapas hingga meninggal. ”Penyebab meninggal diduga saat dalam keadaan kritis mulutnya disumpal kain,” kata Gatot.

Terkait kapan terjadinya kematian, Gatot menjelaskan, diperkirakan terjadi 24 jam sejak kemarin, atau kemungkinannya Selasa (11/11) pagi. ”Hal itu dilihat dari kondisi fisik korban dan kondisi lembab lokasi ditemukannya jenazah, yakni di tengah hutan,” jelasnya.

Terkait dugaan pemerkosaan, Gatot memastikan hasil otopsi tidak menemukan adanya tanda-tanda atau indikasi kekerasan seksual, meski korban ditemukan dalam keadaan tidak memakai celana, atau setengah bugil. ”Tidak ada kekerasan seksual,” tandasnya.

Kapolrestabes Kombes Pol Djihartono mengatakan, terkait lokasi penemuan jenazah korban di kawasan hutan wisata Tinjomoyo, pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan penelusuran. Sebab, belum dapat dipastikan apakah lokasi penemuan mayat tersebut juga menjadi tempat pembunuhan. ”Masih kami selidiki, bisa jadi dieksekusi di lokasi penemuan, bisa juga di tempat lain,” paparnya.

Sementara itu, pihak keluarga hingga tadi malam masih menunggu kedatangan jenazah korban. Selesai otopsi, pihak keluarga meminta jenazah segera dibawa ke rumah duka. ”Pemakamannya akan dilakukan Kamis (13/11) hari ini, di pemakaman Gedong Minong, sekitar pukul 09.00,” ungkap salah satu paman korban saat menunggu di depan kamar mayat RSUP dr Kariadi. (mg5/aro/ce1)