SETELAH identitas korban terkuak, kini aparat Reskrim Polrestabes Semarang tengah memburu pelaku pembunuhan sadis tersebut. Dugaan sementara, pelaku adalah teman dekat korban Dian Dwi Puryani, 30.

Kerabat korban, Rukmini, 47, mengatakan, sebelum pergi pada Sabtu (8/11) lalu, Dian diketahui masih bermain dan bernyanyi bersama anak-anaknya. ”Anak-anaknya dititipkan kepada saya,” ungkap Rukmini, bulik (tante) korban yang tempat tinggalnya berada di depan rumah korban.

Setelah menitipkan buah hatinya, Sabtu sore lalu, Dian yang mengenakan kaus colekat itu pergi meninggalkan rumah, dijemput seorang pria tak dikenal mengendarai motor. ”Sebelum pergi, dia sempat nyanyi-nyanyi sama anaknya, kemudian pergi sama pria tersebut,” kata Rukmini.

Mengenai siapa pria yang dimaksud? Rukmini mengatakan tidak mengenalnya. Namun disebutnya wajahnya sudah tidak asing. Diduga, pria tersebut tinggal tak tak jauh dari kampung korban. ”Saya tidak tahu siapa namanya, pria itu bertubuh tinggi pakai celana pendek dan naik motor,” ujarnya.

Rukmini sendiri saat itu tidak menaruh curiga sedikit pun. Sebab, Dian belakangan memang telah terbiasa pergi dari rumah untuk menghilangkan penat. ”Saat pergi hanya bawa tas, dan tidak membawa pakaian lain selain pakaian yang dikenakan itu.”

Rukmini mengatakan, hubungan korban dengan suaminya memang telah lama tidak harmonis. ”Sejak dua tahun lalu, sudah pisah rumah. Tapi suaminya masih sering antar jemput anaknya ke sekolah,” katanya.

Selepas ditinggal suaminya, lanjutnya, Dian memang terlihat sering bingung dan stres menanggung persoalan rumah tangga tersebut. Akhir-akhir ini Dian juga terkesan lebih emosional. Ia kerap marah-marah ketika ada yang mencampuri urusan pribadinya. Apalagi setelah di-PHK dari pekerjaan sebagai karyawati toko roti Swiss, Dian sering keluar rumah.

”Dia perginya tidak pernah pamit sama keluarga. Kalau ditanyain malah marah-marah,” ujarnya.

Bahkan sejumlah tetangga sering mendapati Dian bergaul dengan sejumlah pemuda berdandan punk. ”Kadang dia diketahui sering nongkrong di Tugu Muda, depan Gereja Katedral,” kata Rukmini.
Menurutnya, ada perubahan sikap dan penampilan pada keseharian Dian. Di antaranya sering mengenakan kaus dan celana pendek ketat. Padahal dulu, penampilannya sangat feminin. Bahkan, pernah keluar rumah mengenakan rok mini milik putrinya yang berusia 7 tahun. ”Kami juga tidak tahu dia dipengaruhi siapa,” ujarnya.

Namun demikian, Rukmini mengaku mengenal karakter Dian secara dekat. Ia menegaskan, bahwa Dian sesungguhkan memiliki karakter baik. ”Dia itu pekerja keras,” katanya.

Rukmini berharap, aparat kepolisian bisa secepatnya menangkap pelaku pembunuhan sadis tersebut. Mengingat pelaku diduga juga memerkosa korban. (mg5/aro/ce1)