SEMARANG – Rencana pengoperasian angkutan aglomerasi koridor I jurusan Stasiun Tawang-Bawen bakal tidak berjalan mulus. Pasalnya, operasional aglomerasi dinilai mematikan keberadaan angkutan umum. Bahkan, sejumlah pemilik angkutan umum sudah menolak kebijakan tersebut.

”Jika kebijakan itu dilakukan, jelas sopir angkutan umum dirugikan. Kami dengan tegas akan menolak,” kata pemilik angkutan umum trayek Pasar Johar-Banyumanik, Maryono.

Ia mengaku, dalam beberapa tahun ini, trayek sudah sepi penumpang karena berbagai alasan. Jika nanti ada angkutan aglomerasi, jelas akan mematikan angkutan umum. Padahal, sopir angkutan umum harus bekerja dan terkadang sampai masuk malam baru masuk garasi. Angkutan umum trayek jurusan Johar-Banyumanik saat ini berjumlah 225 angkutan, dengan 300 orang sopir. ”Tarif mikrolet jurusan Johar hingga Banyumanik sekarang Rp 4.000. Jika tarif aglomerasi akan di bawah itu, maka penumpang kami lari semua,” tambahnya.

Sedangkan Dishubkominfo Jateng, bakal mengoperasikan angkutan aglomerasi koridor I jurusan Bawen-Stasiun Tawang Semarang April 2015 mendatang. Pada Januari mendatang, pemerintah baru akan melakukan pelelangan pembelian armada bus. Saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi-sosialisasi terkait operasional angkutan tersebut.

”Pengoperasian angkutan aglomerasi koridor I jurusan Stasiun Tawang-Bawen akan tetap dilaksanakan. Ini sebagai upaya mengalihkan ke moda transportasi pribadi ke angkutan umum,” kata Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Jawa Tengah, Untung Sirinanto.

Ia menegaskan, keberadaan angkutan aglomerasi tidak akan mematikan angkutan umum. Pihaknya menegaskan akan bersinergi dengan layanan angkutan umum lainnya, baik BRT maupun angkutan umum. Tahun 2015 nanti, yang dioperasikan satu koridor dulu, sembari mempersiapkan tiga koridor lain. ”Pemprov Jateng sudah mengalokasikan Rp 2 miliar untuk pembangunan shelter pada anggaran APBD 2014. Sedangkan dalam APBD 2015 diusulkan anggaran Rp 25 miliar untuk pembelian bus dan operasional,” katanya. (fth/ida/ce1)