Gunakan Sistem Piala Sudirman

136

SEMARANG – Sebanyak 15 klub tenis meja di Indonesia tampil pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sukun Cup 2014 kedua di GOR Universitas Semarang (USM) 14-16 November 2014 mendatang. Klub-klub tersebut datang dari berbagai kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun dari DKI Jakarta. Beberapa klub dari Sumatera dan Kalimantan urung tampil karena pada saat yang bersamaan di daerahnya ada Pekan Olahraga Daerah (Porda) atau Pekan Olahraga Wilayah (Popwil).

Ketua panitia pelaksana Kejurnas tenis meja Sukun Cup 2014, H Koesrin ditemui kemarin mengatakan, beberapa klub juga gagal tampil karena tidak memiliki kuota pemain untuk mencukupi tampil pada kejuaraan ini mengingat even ini memainkan nomor beregu (sistem Piala Sudirman seperti di cabang olahraga bulu tangkis). “Ada klub yang punya empat pemain putra tetapi tidak memiliki pemain putri sehingga mereka tidak bisa ikut karena setiap tim minimal harus menyertakan enam pemain yaitu tiga putra dan tiga putri,” lanjutnya.

Ke-15 klub yang menyatakan tampil pada kejuaraan ini adalah PTMSI Kabupaten Temannggung, Stikes Surabaya, PTMSI Surabaya, Hi-Ace Surabaya, Yasma Semarang, Jaya Mandiri Semarang, Sumber Alam Purworejo, Bengawan Solo, Ancol Barat Jakarta, PTMSI Sragen, Sukun Kudus, PTMSI Karanganyar, dan lain sebagainya.

Kejuaraan ini dibagi dalam enam kelompok umur yaitu usia dini (di bawah 10 tahun), pemula (di bawah 12 tahun), kadet (di bawah 15 tahun) junior (di bawah 18 tahun), remaja (di bawah 21 tahun), dan umum (bebas).

Setiap kelompok umur memainkan pertandingan nomor beregu yang terdiri dari partai tunggal putr, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. “Tunggal putra dan putri tidak boleh main di ganda campuran tetapi boleh merangkap di ganda putra dan ganda putri,” kata Edi Pramudji dari Pengprov PTMSI Jawa Tengah.

Pada kejuaraan ini bakal memperebutkan total hadiah Rp62,5 juta. “Tidak ada juara bersama untuk urutan ketiga tetapi mereka tetap dimainkan untuk memperebutkan juara tiga di masing-masing kelompok usia,” katanya.

Sistem pertandingan yang dimainkan, kata dia, adalah setengah kompetisi untuk kelompok usia dini karena hanya diikuti lima tim kemudian untuk pemula dibagi dalam dua grup karena pesertanya 10 tim sedangkan babak selanjutnya akan memakai sistem gugur sampai babak final.

Pada kejuaraan yang sama 2013 keluar sebagai juara umum adalah klub Sukun Kudus, sedangkan juara kedua adalah PTMSI Surabaya sedangkan juara ketiga adalah Hi-Ace Surabaya. Tim Sukun, kata dia, akan ikut semua kelompok umur sehingga minimal harus menyiapkan pemain sebanyak 48 orang. (bas/smu)