PLEBURAN – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Rabu (12/11) kemarin menahan dua pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar terkait kasus dugaan penyimpangan dana instruksi gubernur (Ingub) Provinsi Jawa Tengah tahun 2003-2004. Kedua pejabat tersebut adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Karanganyar, Priharyanto dan Kepala Bidang Perhubungan pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Joko Sumaryono.

”Keduanya ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka sejak pukul 10.00 hingga 13.00 WIB,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng, Eko Suwarni kepada Radar Semarang.

Ditambahkan, penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan. Sebelumnya, mereka telah berkali-kali diperiksa di Kejaksaan. Saat ini keduanya langsung dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kedungpane Semarang. ”Penahanan terhitung mulai hari ini (kemarin) 12 November 2014 hingga 1 Desember 2014,” imbuhnya.

Eko menjelaskan, keduanya ditetapkan menjadi tersangka berdasarkan surat penyidikan nomor 15/0.3/Fd.1/07/2014 tertanggal 15 Juli 2014. Mereka diduga keras melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana Ingub di kantor DPU dan LLAJ Kabupaten Karanganyar Jalan Nyai Ageng Karang nomor 1 Karanganyar dalam rentang waktu Juni 2003-Januari 2004. ”Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU 31/1999 Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” bebernya.

Disinggung jumlah total kerugian dari dugaan korupsi tersebut, Eko mengaku belum dapat memastikannya. Sebab saat ini masih dilakukan perhitungan melalui lembaga auditor yang berwenang. ”Yang jelas ada enam kali kegiatan dengan total anggaran anggaran Rp 10,3 miliar,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dugaan penyimpangan terjadi karena dari seluruh dana yang seharusnya masuk ke kas daerah, ternyata masuk ke rekening tersangka. Saat kasus terjadi, Priharyanto bertindak sebagai kepala dinas sementara Joko sebagai pemegang kas pada Dinas PU dan LLAJ. Kasus dugaan penyimpangan dana Ingub diketahui juga terjadi di sejumlah daerah di Jateng. Di antaranya ada yang telah masuk ke tahap penyidikan. Atas hal tersebut, tim penyidik kejaksaan masih mengembangkan penyidikan untuk mengetahui dugaan keterlibatan pelaku lain.

Terpisah, salah satu sumber dari internal kejaksaan yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa kasus ini juga melibatkan mantan Bupati Karanganyar yang pada saat itu menjabat. Yakni, Rina Iriani Sri Ratnaningsih yang kini menjadi terdakwa dugaan korupsi dan pencucian uang dalam proyek Griya Lawu Asri (GLA) Karanganyar. Ia diduga berperan aktif dalam penyaluran dana Ingub tersebut.

”Modusnya, bantuan dari Kasda Provinsi Jateng itu langsung masuk ke rekening pribadi Rina Iriani, kemudian ditarik dan dimasukkan ke rekening Priharyanto, kemudian terakhir dipindahkan ke rekening Joko Sumaryono,” beber sumber itu. (fai/aro/ce1)