BPJS Warga Miskin Belum Maksimal

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

IST
IST

KENDAL—Jaminan kesehatan bagi warga miskin di Kendal dinilai belum maksimal khususnya. Terutama dengan setelah adanya penggabungan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kendal Misrin penggabungan tersbeut justru membuat justru merugikan warga miskin. “Sebab warga BPJS dibebankan kepada siapapun warga dengan membayar premi atau iuran setiap bullannya. Sementsra SKTM ataupun Jamkesda hanya akan ditanggung saat sakit. Jadi warga miskin tidak terlalu terbebani,” katanya, Rabu (12/11).

Selain itu, BPJS juga dinilai akan menjadi boomerang bagi pemerintah. Sebab, Yakni dengan rencana pemegang kartu jamkesda akan ditanggung iuran BPJS oleh pemerintah daerah.

Padahal, jumlah warga miskin di Kendal yang masuk dalam Jamkesda mencapai 21.666 jiwa. Jika nantinya didaftarkan ke BPJS jumlah anggaran yang akan dibayarkan Pemkab Kendal, maka ada sebanyak 21.666 dikalikan Rp 25.500 untuk kelas tiga. “Sehingga beban yang harus ditanggung 552, 483 juta perbulan atau 6, 629miliar setiap tahunnya,” tandasnya.

Dengan anggaran yang begitu besar, menurutnya APBD akan banyak tersedot untuk pembayaran BPJS. “Padahal saat ini sudah banyak aduan warga miskin yang membawa SKTM yang diarahkan rumah sakit membuat BPJS. Meski pelayanan BPJS warga miskin nantinya tidak membayar, tapi saat ini masih dibebankan kepada warga untuk mengurus BPJSnya sendiri,” tegasnya.

Di Hari Kesehatan Nasional, Misrin berharap SKTM tetap berjalan di Kendal karena daerah punya kewenangan dan kebijakan sendiri untuk menjamin masyrakatnya. Dalam arti pemerintah memiliki biaya tanggungjawab sendiri untuk mengelola anggarannya.

Ia mengusulkan agar SKTM tetap diberlakukan. Pemkab Kendal tidak perlu mencari format yang baru lagi dengan mengadopsi kebijakan pusat. Hal itu agar warga miskin tetap terjamin dan pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya besar.

Menaggapi hal itu Bupati Kendal Widya Kandi Susanti membenarkan jika memang warga miskin nantinya akan disertakan dalam BPJS yakni dengan biaya iuran ditanggung oleh pemerintah. Hal itu akan dilakukan secara bertahap.

Sementara menunggu BPJS bagi warga miskin, ia menegaskan jika SKTM masih berlaku. “Sampai sekarang SKTM masih bisa digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Pemkab sendiri akan mengikutsertakan warga miskin di Kendal menjadi anggota BPJS,” katanya. (bud/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Ketika Erika Ingin Wortel yang Pendek

oleh Dahlan Iskan ”Tidak takut nih naik Lion?,” tanya saya. Selasa pagi kemarin. Sehari setelah kejadian Lion jatuh di laut. Utara Karawang. ”Bismillah saja,” jawab Erika...

Dua Pejabat Belum Tes Narkoba

”Wong rehabilitasi saja butuh waktu hingga berbulan-bulan. Sedangkan uji urine sendiri sangat mendadak. Jadi tidak mungkin proses netralisasi dapat dilakukan dalam waktu singkat.” Bambang Dwipo Wadir...

Lima Jabatan Kosong, Bupati Lapor Komisi ASN

UNGARAN–Masih ada lima jabatan eselon dua yang kosong di Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) Pemkab Semarang. Kekosongan tersebut saat ini sudah dilaporkan Komisi ASN...

4 Siswa Absen Ujian Sekolah

TEMANGGUNG—Pelaksanaan ujian sekolah (US) untuk siswa SD/MI pada hari pertama dengan mapel Bahasa Indonesia, kemarin, berjalan lancar. Pantauan koran ini, satu jam sebelum pelaksanan...

More Articles Like This

- Advertisement -