SALATIGA – Pernyataan mengejutkan muncul dari Humas Asosiasi Konstruksi PY Parito. Ia menilai Titik Kirnaningsih, terpidana kasus korupsi pembangunan Jalan Lingkar Salatiga (JLS) sebagai pahlawan. Menurutnya, Titik hanyalah korban sosial politik yang berkembang di Salatiga.

“Mulai dari Nugroho Budi Santoso, Saryono, Budi Sasami, Suyoto, John Manoppo hingga Titik Kirnaningsih yang harus rela di penjara akibat pembangunan proyek ini adalah pahlawan JLS,” tandas Parito kepada wartawan, kemarin pagi. Nama – nama yang disebutkan itu adalah mereka yang di bui karena proyek ini. Mulai dari rekanan, panitia lelang, mantan wali kota serta mantan kepala DPU.

Penilaian tersebut didasarkan kepada tidak adanya kegagalan dalam pembangunan jalan yang membelah Kota Salatiga itu. Hingga kini, jalan tersebut bisa digunakan dan justru meningkatkan perekonomian sedemikian pesatnya diwilayah yang dilalui JLS. “Mereka adalah pahlawan JLS,” tegas Parito.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak hanya menyoroti dari sisi korupsi. Tetapi juga kepada aspek keseluruhan. “Tidak ada kegagalan bangunan dan proyek. Harus sesuai proporsi. Karena dari pemeriksaan BPK tidak ada kerugian tetapi BPKP malah ditemukan. Padahal BPK tingakatanya lebih tinggi,” sentil dia.

Terpisah, pegiat anti korupsi Yakub Adi Krisanto menolak pendapat tersebut. “Saya jelas tidak setuju karena mereka telah divonis korupsi. Tindak korupsi tidak berarti harus uang tetapi juga dengan menyalahgunakan kewenangan,” tegas Yakub. (sas/zal)