BERLATIH KERAS : Tim sepatu roda menghadapi babak kualifikasi PON 2015. (BASKORO SEPTIADI/RADAR SEMARANG)
 BERLATIH KERAS : Tim sepatu roda menghadapi babak kualifikasi PON 2015. (BASKORO SEPTIADI/RADAR SEMARANG)

BERLATIH KERAS : Tim sepatu roda menghadapi babak kualifikasi PON 2015. (BASKORO SEPTIADI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Meski berhasil meraih prestasi cemerlang di ajang Kejurnas Sepatu Roda Piala Ibu Negara dengan menorehkan gelar juara umum beberapa waktu lalu, namun Jateng dituntut berbenah menghadapi babak kualifikasi PON 2015 dan ajang yang sebenarnya PON Jabar 2016 mendatang.

Kabid Binpres Pengprov Porserosi Jateng, Atiek Kusmiati mengatakan, meskipun even Kejurnas kemarin mendapatkan juara, bukan menggambarkan peta kekuatan nasional secara utuh, karena minus Jabar. Karena itulah, Atik melihat perlu adanya pembenahan.
Artinya, kesiapan Jateng untuk menyongsong Pra-PON dan PON perlu ditingkatkan lagi. Pasalnya, pada even ini, roller Kota Semarang Ajeng Anindya belum mampu memberikan prestasi optimal. Di beberapa nomor, pemegang medali emas PON sejak PON 2004 itu dan SEA Games 2011 itu, gagal membendung roller provinsi lain.

“Ajeng di beberapa nomor hanya bisa mendapatkan perak. Ke depan, mumpung masih ada waktu, kita harus menyiapkan strategi dalam latihan dan lomba,” kata Sekum Porserosi Kota Semarang itu.

Prestasi yang diraih di Malang ini, kata Atiek, sekaligus memberikan sinyal bahwa sesungguhnya Jateng bisa melakukan regenerasi atlet. Di kelompok senior, junior dan kelompok umur, provinsi ini memiliki stok yang cukup. Jika kelompok usia bisa terawat dengan baik, kata dia, mereka bisa diproyeksikan untuk PON 2020.

Pelatih Jateng Arif ”Jepang” Rahman Raharjo mengakui, Kejurnas tahun ini kompetitif. Meskipun tanpa kehadiran roller Jabar. Dia berharap prestasi yang dicapai makin mendorong para atlet Jateng untuk gigih berlatih.

Menurunkan 48 pesepatu roda, Jateng menjadi juara umum Kejurnas tersebut dengan raihan 26 medali emas, 19 perak dan 18 perunggu. Yang membanggakan, sebagian besar kontribusi medali emas disumbangkan oleh para atlet cilik di kelompok umur A, B, C dan D.

Urutan kedua pada Kejurnas tersebut ditempati DKI Jakarta dengan capaian 12 emas, 15 perak dan 5 perunggu. Posisi ketiga dipegang Jatim dengan 7 emas, 10 perak dan 11 perunggu. Dirinya mengaku salut dan bangga terhadap semangat tempur para atlet Jateng pada event tersebut. (bas/ida)