SEMARANG – Dua proyek pekerjaan Pemkot Semarang, berupa pengaspalan dan pelebaran jalan, tak diminati. Terbukti, sudah dilelangkan sejak dua minggu lalu, namun hingga kini belum ada yang mendaftar. Bahkan dua pekerjaan tersebut, sudah kali ketiga dilelangkan dalam tahun 2014.

Kabid Pemanfaatan Jalan Bina Marga Kota Semarang, Kardi, mengungkapkan bahwa proyek pengaspalan dilakukan di Jalan Diponegoro sepanjang 700 meter dan lebar 300 meter dengan nilai proyek Rp 3 miliar dari APBD Perubahan 2014. Demikian pula pelebaran pada pertigaan sebelah kiri Pasar Jrakah menuju Jalan Hamka atau arah Ngaliyan dengan radius panjang 20 meter dianggarkan Rp 800 juta melalui APBD Perubahan 2014 juga.

”Kedua proyek tersebut, sebelumnya sudah dilelangkan. Hanya saja, pekerjaan yang sudah dilelangkan pada bulan September lalu, belum ada pemenang tender lelang,” katanya.

Dijelaskan, pada lelang pertama dan kedua, belum ada kontraktor yang memasukkan penawaran, makanya belum bisa ditentukan pemenang tender lelang. ”Jadi terpaksa dilelang ulang. Meski begitu, pada lelang ketiga ini sudah dalam penunjukan dan tahap klarifikasi,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Selasa, (11/11) kemarin.

Lelang ulang kali ketiga ini waktunya semakin berkurang dari masa kerja lelang pertama dan kedua. Yakni dari tiga bulan menjadi 60 hari. Sedangkan pada lelang yang ketiga, hanya memiliki masa kerja 30 hari. Sebab pekerjaan ini harus selesai pada Desember 2014 ini.

”Saat ini sudah mulai proses penunjukan dan masih dalam tahap klarifikasi. Namun penunjukan ini tidak serta-merta asal menunjuk, tapi benar-benar yang memenuhi persayaratan dan siap mengerjakan sesuai masa waktu kerja,” tegasnya.

Terkait sepinya pendaftar lelang di kedua proyek tersebut, Kardi menduga, karena lokasi tersebut sangat krodit lalu lintas dan proyek pembangunan jalan nasional.

”Tadinya banyak pendaftar lelang. Namun begitu mengetahui lokasi pekerjaan di kedua tempat tersebut, akhirnya banyak yang mengurungkan memasukkan penawaran,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Izward mengakui dua proyek pekerjaan yang dilelangkan ulang sampai tiga kali tersebut masih pada proses pelelangan. Pihaknya tetap optimistis, dua pekerjaan yang menyisakan waktu minim itu bisa selesai pada tahun ini. ”Harapan saya, pekerjaan ini bisa selesai dengan baik, sempurna dan hasilnya bisa dinikmati masyarakat,” pungkasnya. (mg9/ida/ce1)