ADITYO DWI/RADAR SEMARANG
ADITYO DWI/RADAR SEMARANG
ADITYO DWI/RADAR SEMARANG

TEMBALANG – Sebanyak tiga orang sindikat pencuri mobil yang beraksi di Semarang, dibekuk oleh tim Reskrim Polsek Tembalang. Diantara mereka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kakinya. Dua diantara pelaku ternyata kakak beradik, masing-masing, Muhammad Anas Ali, 21, warga Dukuh Krajan, Desa Secang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, dan AW, 15, yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Ironisnya lagi, pelaku lain yang juga dibekuk masih berstatus sebagai pelajar SMK kelas 1, yakni berinisial ASB, 15. Dua bersaudara itu ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Tembalang pada Jumat (7/11) lalu. “Mereka terlibat aksi pencurian mobil,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono, dalam gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, kemarin.

Awalnya, tersangka ditangkap atas kasus pencurian burung. Namun setelah dikembangkan, ternyata ketiganya termasuk sindikat pencurian mobil dan motor. “Dua tersangka masih anak-anak. Maka akan dikenakan Undang-undang anak,” katanya didampingi Kapolsek Tembalang, AKP Priyo Utomo.

Tersangka juga merupakan residivis kasus pencurian motor dan pernah masuk penjara di Magelang. Sedangkan pencurian burung dilakukan tersangka di rumah milik Alfiana Auliatul Amri, 27, di Perumahan Diponegoro E-501, Tembalang, Semarang, Jumat (24/10), sekitar pukul 16.00.

Dari tangan tersangka, polisi menyita empat unit mobil, dua sepeda motor, dan handphone. “Berbagai jenis alat berupa pisau, linggis kecil, dan gergaji besi yang digunakan beraksi juga kami sita,” imbuhnya.

Tersangka Ali mengaku, aksi pencurian tersebut bermula saat sang adik bermain ke tempat kosnya di daerah Jangli, Semarang. “Saya mengajak adik untuk mencuri burung. Bertiga, kemudian berkeliling mencari sasaran,” katanya.

Masuk rumah dilakukan dengan cara melompati pagar dan mencongkel jendela rumah. Mereka kemudian mengambil dua ekor burung. “Karena di dalam ada motor, lalu motor itu saya ambil juga,” katanya.

Ali cs pergi ke Magelang, bahkan selama berada di Magelang, mereka kembali mencuri dua unit mobil, Honda Jazz dan Honda Brio, dan membawanya ke Semarang. “Mau saya pakai sendiri,” katanya. Para tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. (mg5/zal)