Pengembang Terganjal Bunga Fluktuatif

163
TETAP OPTIMISTIS : Para pengembang perumahan membukukan penjualan perumahan yang positif selama REI Expo, kemarin (11/11). (Nur Chamim/RADAR SEMARANG)
 TETAP OPTIMISTIS : Para pengembang perumahan membukukan penjualan perumahan yang positif selama REI Expo, kemarin (11/11). (Nur Chamim/RADAR SEMARANG)

TETAP OPTIMISTIS : Para pengembang perumahan membukukan penjualan perumahan yang positif selama REI Expo, kemarin (11/11). (Nur Chamim/RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Pengembang perumahan optimistis, tahun depan penjualan akan meningkat. Kendati masih ada ganjalan dengan suku bunga yang tidak bisa diprediksi lantaran besarannya sangat fluktuatif.

“Kalau ada kepastian bunga sih nggak masalah ya. Sekarang kan yang ditakutkan oleh pengembang dan pembeli yaitu bunga yang tidak pasti,” ujar Kepala Dewan Perwakilan Daerah (DPD) REI Jawa Tengah Bidang Promosi Humas dan Publikasi Dibya K Hidayat, di sela penutupan REI Expo, kemarin (11/11).

Karena itulah, pihaknya berharap, pemerintah dapat memberikan kepastian suku bunga KPR. Entah itu rendah atau tinggi, diharapkan ada kepastian. Dengan demikian, baik pengembang maupun masyarakat yang akan membeli rumah dapat mengukur kemampuan mereka.

“Kalau sudah pasti, pembeli juga bisa mengukur kira-kira kuat beli rumah dengan cicilan berapa. Tapi kalau nggak pasti, bisa-bisa malah menjadi kredit macet. Misal saja, saat ini beli dengan bunga 10 persen, tapi tahun depan tiba-tiba naik 15 persen. Ini yang repot,” ujarnya.

Sedangkan untuk rencana kenaikan harga properti, ia mengaku sebagian besar pengembang masih dengan harga yang sama. Kenaikan harga dipastikan baru seluruhnya dilakukan pada tahun depan, sembari menunggu realisasi rencana kenaikan BBM.

“Kami menunggu finalnya bagaimana, soalnya kalau sudah menaikkan harga disesuaikan dengan prediksi kenaikan BBM, tapi ternyata tidak jadi. Maka harga akan terlalu tinggi dan itu tidak bisa diturunkan lagi. Tentunya berat untuk penjualannya,” ujar Dibya.
Ia menambahkan, pada pameran REI kali ini hasil penjualan terbilang memuaskan dan sesuai dengan target. Yaitu sebanyak 69 unit rumah menengah dan menengah ke atas yang terjual dari 17 pengembang yang mengikuti pameran.

“Pameran kali ini memang tidak terlalu banyak pesertanya, karena tempatnya yang terbatas. Tapi dengan jumlah tersebut dan penjualan unit, saya rasa cukup bagus. Dan animo masyarakat untuk membeli rumah saat ini sangat tinggi,” tandasnya. (dna/ida)