CEMAS : Pelatih PSIS Eko Riyadi dan Manajer Tim, Wahyu Winarto, Selasa kemarin (11/11), kembali memenuhi panggilan Komdis PSSI terkait investigasi lanjutan masalah sepakbola gajah. (BASKORO SEPTIADI/RADAR SEMARANG)
 CEMAS : Pelatih PSIS Eko Riyadi dan Manajer Tim, Wahyu Winarto, Selasa kemarin (11/11), kembali memenuhi panggilan Komdis PSSI terkait investigasi lanjutan masalah sepakbola gajah. (BASKORO SEPTIADI/RADAR SEMARANG)

CEMAS : Pelatih PSIS Eko Riyadi dan Manajer Tim, Wahyu Winarto, Selasa kemarin (11/11), kembali memenuhi panggilan Komdis PSSI terkait investigasi lanjutan masalah sepakbola gajah. (BASKORO SEPTIADI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Sudah kali ke sekian, Pelatih PSIS Eko Riyadi dan Manajer Tim Wahyu ‘Liluk’ Winarto, dipanggil oleh Komdis PSSI. Atas permintaan FIFA selaku otoritas sepakbola tertinggi di dunia yang mencurigai adanya match fixing atau pengaturan skor pada sepakbola gajah di Stadion AAU, Sleman beberapa waktu lalu.

“Jadi, keduanya sudah memenuhi panggilan Komdis di Jakarta Selasa (11/11) petang kemarin. Prinsipnya, mereka hanya dimintai keterangan lanjutan oleh pihak Komdis PSSI,” kata General Manajer PSIS, Kairul Anwar.

Beberapa waktu lalu, kata Kairul, FIFA mengirimkan surat ke PSSI untuk menindaklanjuti investigasi. FIFA mencurigai adanya match fixing. “Nah atas dasar itu, kami diundang lagi oleh Komdis,” sambung pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.
Terkait dengan sanksi tambahan yang kabarnya bakal diumumkan oleh Komdis, hingga berita ini diturunkan, menurut Kairul, kemarin pihak Komdis belum secara resmi mengumumkan kelanjutan nasib tim berjuluk Mahesa Jenar itu. “Belum ada kelanjutan masalah sanksi, pihak Komdis juga belum memberikan surat resmi kepada kami,” sambungnya.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, meski telah melangkah untuk mempersiapkan tim menghadapi musim kompetisi 2015, namun PSIS saat ini juga masih ketar-ketir menunggu keputusan Komdis PSSI soal sanksi yang akan mereka terima buntut dari sepakbola gajah beberapa waktu lalu.

Terutama untuk sanksi personal yang saat ini mengancam beberapa pemain, official dan juga manajemen tim Mahesa Jenar tersebut. Namun di luar soal sanksi tersebut, Direktur Teknis PSIS, Setyo Agung Nugroho mengakui, saat ini PSIS telah memutuskan untuk mempertahankan punggawa mereka, kembali bertempur di kompetisi musim depan.

“Semua kami serahkan ke pemain, itu pilihan mereka sebagai pemain profesional. Ya target kami setidaknya bisa mempertahankan 90 persen pemain agar musim depan tidak kesulitan membangun tim. Karena mayoritas adalah pemain-pemain lama, secara tim sudah terbentuk,” tegas Agung. (bas/ida)