Hendak Wudhu, Tewas Tercebur Sumur

209
TERCEBUR : Sumur lokasi kejadian tempat Ridho Hanif Satria, warga Dusun Dilem Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo tercebur, menjadi tontonan warga, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 TERCEBUR : Sumur lokasi kejadian tempat Ridho Hanif Satria, warga Dusun Dilem Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo tercebur, menjadi tontonan warga, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

TERCEBUR : Sumur lokasi kejadian tempat Ridho Hanif Satria, warga Dusun Dilem Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo tercebur, menjadi tontonan warga, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Nasib malang dialami Ridho Hanif Satria, warga Dusun Dilem Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo. Bocah yang baru berumur 13 tahun itu tewas setelah tercebur sumur saat hendak mengambil air wudhu di mushola di dusun setempat.

Peristiwa tersebut bermula saat korban hendak mengambil wudhu di dekat sumur, Senin (10/11) petang lalu. Tidak diketahui secara pasti detail kejadian, tapi putra dari pasangan Martoyo dan Umi itu di ketahui tercebur oleh temannya, Maulana Farid, 13. Diduga, penyebabnya lantaran papan penutup sumur sudah rapuh.

Karena lubang sumur yang sempit dengan diameter 1,25 meter dan kedalaman mencapai 20 meter, membuat petugas tim Search and Rescue (SAR) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kendal kesulitan mengevakuasi mayat korban. Maulana Farid, 13, rekan korban mengatakan bahwa saat kejadian, dia sedang buang air kecil tidak jauh dari lokasi kejadian. “Saya mendengar ada suara papan yang patah, dan teriakan minta tolong, ternyata Ridho tercebur ke sumur,” katanya, Selasa (11/11).

Mengetahui Ridho tercebur, ia kemudian meminta tolong kepada warga yang berada di sekitar mushola. “Posisi sumur awalnya tertutup papan, mungkin dia (korban, Red) mundur-mundur lalu terjatuh di sumur,” jelasnya.

Proses evakuasi mengalami kendala karena sumur tersebut cukup dalam. Warga sekitar yang mencoba menyelamatkan korban tidak mampu karena sumur terlalu dalam. Mereka tidak kuat mencapai kedalaman karena kehabisan oksigen. Tim SAR yang datang ke lokasi baru bisa mengangkat tubuh korban sekitar pukul 23.55. Namun, bocah yang masih duduk di bangku kelas empat sekolah dasar (SD) itu sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Peristiwa itu membuat kedua orang tua dan kerabat korban berduka. Bahkan Martoyo dan Umi, tak kuasa menahan tangis saat berada di sisi jenasah putranya tersebut saat diantarkan ke rumah duka yang tak jauh dari mushola.

Sumaryatmo,37, paman korban menyampaikan, biasanya Ridho selalu bersama ayahnya saat salat di mushola. Namun saat kejadian dia sendirian ke mushola bersama rekannya, Maulana Farid. Diduga korban jatuh karena penutup papan pada sumur sudah rapuh. “Proses evakuasi lama, pasalnya warga yang hendak turun ke dalam sumur tidak kuat karena terlalu dalam dan kehabisan oksigen. Sudah lebih dari empat warga yang mencoba turun tidak kuat akhirnya memanggil tim SAR,” tandasnya.

Jenazah dimakamkan kemarin siang di pemakaman umum desa setempat. Kasus ini dalam penanganan Polsek Singorojo, sementara sumur di dalam mushola menjadi perhatian warga yang penasaran dengan kejadian itu. (bud/ric)