M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG
M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG
M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG

ERIKA Rahayu mengaku tak pernah bercita-cita menjadi seorang perawat. Manajer Keperawatan RS Hermina Pandanaran, Semarang ini justru bercita-cita menjadi seorang pramugari.

”Ya, cita-cita saya dulu jadi pramugari. Kalau jadi pramugari kan enak, bisa jalan-jalan terus naik pesawat. Pramugari juga enak dilihat. Kelihatan cantik,” ungkap alumnus S1 Keperawatan STIKES Widya Husada Semarang 2013 ini kepada Radar Semarang, Selasa, (11/11).

Perempuan yang akrab disapa Erika ini mengatakan, impiannya menjadi seorang pramugari harus dikubur dalam-dalam, lantaran orang tuanya, khususnya sang ibu, menginginkan dirinya menjadi seorang perawat.

”Ibu jadi inspirasi saya selama ini. Beliau selalu mendorong dan men-support saya selama kuliah di keperawatan hingga bekerja di rumah sakit sini,” kata wanita kelahiran Januari 1979 ini.

Menurut dia, menjadi seorang perawat tidaklah mudah. Sebab, perawat itu bisa dikatakan ’ujung tombaknya’ rumah sakit. Mereka harus memberikan pelayanan kepada pasien yang paling banyak, selain tim medis lainnya.

”Bagi saya, menjadi perawat sama saja dengan beramal. Jadi, menjadi seorang perawat harus dijiwai dulu. Kalau tidak, nggak akan mungkin merasakan indahnya jadi seorang perawat,” ujar warga Jalan Bukit Beringin Utara No 224 Semarang ini. (mg9/aro/ce1)