Asyik Main Game, 15 Pelajar Terjaring

210
MEMBOLOS : Para pelajar dari berbagai sekolah di Kota Demak kemarin diberikan arahan setelah terjaring razia petugas. (Wahib pribadi/radar semarang)
MEMBOLOS : Para pelajar dari berbagai sekolah di Kota Demak kemarin diberikan arahan setelah terjaring razia petugas. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK- Sebanyak 15 pelajar dari berbagai sekolah negeri maupun swasta kemarin terjaring razia petugas gabungan. Operasi yang digelar Kantor Kesbangpolinmas ini dilakukan di beberapa tempat. Yaitu di kawasan Tembiring, warnet Buyaran Kecamatan Karangtengah, warnet di Kampung Sampangan dan warnet di belakang stasiun. Saat ditangkap aparat, para pelajar tersebut sedang asyik main game atau playstation (PS).

Kasubag Tata Usaha Kantor Kesbangpolinmas, Muslihin mengungkapkan, penertiban melalui operasi yustisi ini dilakukan karena masih ada siswa yang keluyuran di luar sekolah saat jam pelajaran berlangsung. “Program yustisi ini kita galakkan terus supaya tidak ada lagi siswa yang membolos sekolah,” terang dia, kemarin.

Kepala Kesbangpolinmas Taufik Rifai menambahkan, operasi yustisi pelajar ini sebagai bentuk kepedulian Pemkab Demak dalam menertibkan siswa yang tidak taat aturan sekolah. “Karena itu, biar anak-anak sekolah ini belajar dengan baik,” katanya. Meski demikian, pihaknya menyayangkan masih ada sekolah yang tidak peduli dengan siswanya yang terjaring razia tersebut. Pihak sekolah ada yang acuh tak acuh karena merasa tanggung jawabnya hanya di dalam sekolah. Karenanya, ketika ada siswanya yang tertangkap aparat tidak diurusi lagi. “Jadi, masih ada sekolah yang begitu,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Bintibmas Polres Demak, Aiptu Buana secara tegas memberikan arahan atau nasihat kepada pelajar yang di razia. Yang bersangkutan meminta agar para siswa tidak mengulangi perbuatan mereka tersebut. “Jangan ulangi lagi. Kasihan orang tuamu yang dengan susah payah membiayai sekolah tapi ternyata kalian tidak sekolah dengan baik. Kalau begini kalian mau jadi apa,” ungkapnya. Siswa yang duduk berjajar di kursi Kesbangpolinmas tersebut juga diingatkan bagaimana kerja keras guru mereka mendidik di sekolah. “Pertanggungjawaban sebagai guru sangat berat. Karena itu, hormatilah guru-guru kalian,” ujarnya. (hib/ric)