BAGIKAN KONDOM: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengunjungi lokalisasi Sunan Kuning, kemarin. Dalam kesempatan itu wali kota juga membagikan kondom. (Humas for Rase)
 BAGIKAN KONDOM: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengunjungi lokalisasi Sunan Kuning, kemarin. Dalam kesempatan itu wali kota juga membagikan kondom. (Humas for Rase)

BAGIKAN KONDOM: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengunjungi lokalisasi Sunan Kuning, kemarin. Dalam kesempatan itu wali kota juga membagikan kondom. (Humas for Rase)

KALIBANTENG KULON – Pemkot Semarang akan memfasilitasi penghuni lokalisasi Sunan Kuning (Resos Argorejo) dengan alat usaha. Hal itu dijanjikan Wali Kota Semarang saat menyambangi lokalisasi yang berada di wilayah kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, kemarin (10/11).

Dalam kunjungannya, Wali Kota Hendrar Prihadi datang bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana, DPRD, dan sejumlah SKPD terkait. Agendanya, memberi pembinaan pada anak asuh binaan Resos Argorejo yang telah berdiri beberapa puluhan tahun berdasar SK Wali Kota Semarang Nomor 21/5/17/66.

Menurut data dari Ketua Resos sekaligus Ketua RW 4, Suwandi, selama ia memimpin resos telah banyak program-program atau kegiatan positif yang diberikan pada penghuni resos. Di antaranya program kesehatan, program pengamanan dan program pengentasan. Program tersebut diklaim dapat menurunkan penghuni Resos hingga 300 orang. ”Program kesehatan berupa pembagian kondom gratis, screening tiap 2 minggu sekali dan tes visite. Sedangkan kegiatan pengamanan telah dilakukan dalam bentuk menabung minimal 1 minggu 50 ribu, urai Suwandi.

Sedangkan program pengentasan pihaknya lagi mulai merintis bersama anak-anak asuh bidang salon kecantikan, menjahit dan kerajinan tangan seperti membuat gantungan kunci. ”Dan Alhamdulilah hasilnya bisa mencukupi kebutuhan hidup,” katanya.
Menanggapi hal itu wali kota mengapresiasi usaha yang dilakukan pihak resos dalam mengentaskan para wanita pekerja seks, namun pihaknya berharap agar penghuni resos tidak di situ selamanya. ”Ada jangka waktunya yang harus panjenengan tinggalkan itu semua, dengan cara keluar dari resos menjadi manusia yang berguna,” terangnya.

Wali kota menambahkan, pengurangan penghuni bisa dilakukan dengan menambah keterampilan yang sesuai dengan bakat minat yang disenangi. Dalam dialog dengan penghuni resos, wali kota juga akan mengupayakan memberi bantuan alat-alat salon dan mesin jahit di tahun 2015, guna meningkatkan keterampilan yang telah dimiliki penghuni. Selain itu dapat meningkatkan ekonomi. Harapannya setelah keluar dari resos mereka bisa membuka usaha dengan menggunakan alat-alat tersebut. Dalam kesempatan tersebut wali kota memberikan secara simbolis berupa kondom pada penghuni resos. (zal/ce1)