SIAP DI BANGUN : Revitalisasi Pasar Batang yang akan dilakukan pada tahun 2015, menuai protes karena nilai anggarannya yang besar yaitu mencapai Rp 85 miliar. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
 SIAP DI BANGUN : Revitalisasi Pasar Batang yang akan dilakukan pada tahun 2015, menuai protes karena nilai anggarannya yang besar yaitu mencapai Rp 85 miliar. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

SIAP DI BANGUN : Revitalisasi Pasar Batang yang akan dilakukan pada tahun 2015, menuai protes karena nilai anggarannya yang besar yaitu mencapai Rp 85 miliar. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG- Rencana Pemerintah Kabupaten Batang untuk melakukan revitalisasi Pasar Induk Batang menuai protes dari banyak pihak. Pasalnya anggaran sebesar Rp 85 miliar untuk pembangunan Pasar Induk Batang dengan bangunan 3 lantai di nilai terlalu fantastis dan berlebihan sehingga membebani APBD.

Di samping nilai anggaran yang terlalu besar dan murni diambilkan dari APBD Kabupaten Batang selama 2 tahun dengan sistem multi years, yakni tahun 2015 dan 2016. Dikhawatirkan justru akan merugikan pedagang usai pasar Batang tersebut dibangun.

Khumaeri, 43, pedagang sayur, warga Desa Kalisalak, Kecamatan Limpung, mengungkapkan dirinya khawatir jika Pasar Batang di bangun menjadi pasar modern dengan tiga lantai justru akan merugikan para pedagang. Menurutnya, selama setahun terakhir kondisi Pasar Batang sepi pengunjung, karena banyak pedagang yang menggelar dagangan di area parkir tepi jalan. “Pembeli lebih suka berbelanja di luar pasar, karena lebih praktis dan tidak ribet. Kalau Pasar Batang dibuat dengan 3 lantai, apa tidak semakin sepi,” ungkap Khumaeri.

Dia berharap agar anggaran sebesar Rp 85 miliar dibuat untuk rehab Pasar Batang yang layak dan tidak terlalu mewah. Menurutnya, jika Pasar Batang dibangun terlalu megah dan mewah, pengunjung takut berbelanja karena harga dipastikan akan mahal.

“Kalau para pedagang inginnya, Pasar Batang cukup di rehab sederhana yang layak, bersih dan rapi. Kemudian sebagian dana untuk membangun pasar dipinjamkan ke pedagang sebagai pinjaman lunak, karena semua pedagang pasar pinjam modal ke rentenir dengan bunga tinggi, dan itu sangat merugikan pedagang,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Batang, M Arif Rahman Hakim. Menurutnya, Pemkab Batang harus merencanakan dengan matang, revitalisasi Pasar Batang. Agar proyek pembangunan Pasar Batang dengan nilai Rp 85 miliar bisa bermanfaat. “Pemkab harus mempersiapkan revitalisasi Pasar Batang, harus lebih matang dan lebih baik, agar jangan merugikan para pedagang itu sendiri, karena anggarannya sangat besar Rp 85 miliar,” tandas M Arif Rahman Hakim, Senin (10/11) siang kemarin.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Nasikhin, menegaskan bahwa Rencana Pemkab merevitalisasi Pasar Batang, di tahun 2015-2016 mekanisme penganggarannya yang menggunakan APBD murni, dan telah disepakati antara Bupati dan DPRD. “Untuk revitalisasi Pasar Batang sesuai rencana akan dilaksanakan, demikian juga untuk pendanaannya murni dari APBD, telah disepakati antara Bupati dan DPRD,” tegasnya. (thd/ric)