BALAI KOTA – Sejumlah partai politik (parpol) mulai melakukan persiapan untuk menghadapi pemilihan wali kota dan wakil wali kota (pilwalkot) Semarang, yang rencananya akan digelar pada September 2015 mendatang.

Sekretaris DPC PDIP Kota Semarang Supriyadi menyatakan, berdasar instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) empat bulan sebelum penyelenggaraan pilwalkot (H-4 bulan), harus sudah mengusulkan calon wali kota maupun wakil dari hasil penjaringan DPC. ”Saat ini kita sudah lakukan penjajakan lintas partai, tapi belum membuka pendaftaran,” ujar Supriyadi kepada Radar Semarang, kemarin (10/11).

Menurut Ketua DPRD Kota Semarang itu, pendaftaran calon wali kota maupun wakil baru akan dilakukan pada awal 2015 mendatang. Hasil penjaringan diprediksi selesai Mei, setelah itu baru dikirim ke DPP. ”Hasil penjaringan diserahkan DPP melalui DPD. Kalau pemilihannya September, ya bulan Mei kita sudah kirim hasilnya ke pusat,” katanya.

Disinggung mengenai sejumlah figur yang sudah merapat ke partai berlambang kepala banteng moncong putih itu, dan menawarkan diri sebagai kandidat, Supriyadi enggan membeber. ”Ya, sudah ada, kebanyakan mereka menghendaki sebagai wakil. Padahal kita sudah membuka peluang untuk pendaftaran sebagai wali kota,” beber Supriyadi sembari menambahkan kebanyakan sosok tersebut dari kalangan politisi dan pengusaha. ”Tapi itu baru sebatas omongan, untuk yang resminya, kalau tidak bulan Maret ya April kita buka pendaftaran,” ujarnya.

Persiapan kandidat juga telah dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang. Ketua DPD PKS Kota Semarang Agung Budi Margono menyatakan, pihaknya sudah mengantongi nama calon kandidat yang nantinya akan diajukan dalam bursa calon wali kota.
”Untuk nama-nama kandidat kita sudah ada penjaringan, tapi kita masih menunggu arahan dari DPW. Karena Kota Semarang tidak sendirian, ada belasan kabupaten/kota yang mempersiapkan ini juga,” ujarnya. ”Ekspose namanya kami menunggu arahan, yang pasti nama itu sudah ada di kantong,” katanya.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Semarang itu, payung hukum pelaksanaan pilkada yang masih dalam proses ini menjadi kesempatan bagi partai-partai untuk melakukan persiapan. ”Saya pikir ini kesempatan bagi partai-partai, dengan pilkada yang menggunakan perpu yang saat ini masih dijalankan pemerintah apakah langsung atau tidak. Banyak waktu untuk melakukan penjaringan dan penajaman terhadap calon kandidat,” ujarnya.

Terpisah, Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono menyatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari KPU pusat. Sehingga pihaknya belum bisa menjadwalkan ulang proses pencoblosan.

”Jadwal yang kemarin sudah tidak bisa dipakai. Kita tunggu dari pusat saja. Yang pasti kita siap,” katanya.
Terkait anggaran pemilihan, KPU telah mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp 5 miliar di APBD murni 2015. Sehingga total anggaran untuk pilwalkot mendatang mencapai Rp 46 miliar, dengan asumsi dua putaran. (zal/aro/ce1)

JS: Anggaran Pilwalkot Rp 46 M