Ganjar Sindir Banyak Rapat Gawe-Gawe

174

GUBERNURAN – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan aturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang melarang instansi pemerintah menggelar rapat di hotel bukanlah aturan yang kaku. Aturan itu diberlakukan hanya untuk rapat-rapat yang berlangsung beberapa jam atau tidak lebih dari sehari.

Ganjar mengatakan, larangan Mendagri Tjahjo Kumolo dimaksudkan untuk menghemat anggaran negara. Namun jangan ditafsirkan sebagai aturan yang kaku atau saklek. ”Disesuaikan saja rapatnya bagaimana. Kalau rapatnya cuma beberapa jam atau sehari selesai ya lebih baik di ruang-ruang rapat kantor sendiri bisa,” katanya.

Namun jika rapat digelar maraton beberapa hari, menurut Ganjar, tidak harus di kantor. Penentuan rapat juga harus memperhatikan jumlah peserta. ”Kalau rapatnya lebih dari sehari dan harus menginap, apakah kita punya fasilitas? Menurut saya aturan itu nggak saklek,” jelasnya.
Meski begitu, Ganjar meminta seluruh instansi di Jateng memperhatikan semangat dari aturan Mendagri. Jika memahami aturan itu, maka sebenarnya bukan hanya tempat rapat yang menjadi perhatian, melainkan sifat rapat tersebut.

Bahkan dia menuding di masa akhir tahun seperti saat ini, banyak instansi pemerintahan yang memaksa menggelar rapat hanya untuk menghabiskan anggaran. ”Yang mengerikan pas akhir-akhir tahun ini untuk menghabiskan anggaran lalu, rapate di awe-gawe, sing ngono-ngono kuwi ora usah,” tandasnya.

Sebelumnya Mendagri Tjahjo Kumolo mengeluarkan instruksi kepada seluruh gubernur, bupati dan wali kota agar menggunakan ruangan kantor masing-masing jika menggelar rapat. ”Setiap rapat, sekjen juga instruksi ke gubernur, bupati, wali kota menggunakan ruang rapat kantor masing-masing,” ujar Tjahjo. Dia mengatakan instruksi ini juga berlaku bagi pejabat di lingkungan Kemendagri. Dia juga melarang seluruh pejabat Kemendagri menginap di hotel yang mewah. (ric/zal/ce1)