Diduga Mesum, 2 ABG Ditangkap Satpol PP

423
JANGAN DI TIRU : JM, 15, dan JW, 15, tertunduk malu saat dimintai keterangan petugas Satpol PP dengan didampingi majikannya, Susi, 45. (Hanafi/radar semarang)
 JANGAN DI TIRU : JM, 15, dan JW, 15, tertunduk malu saat dimintai keterangan petugas Satpol PP dengan didampingi majikannya, Susi, 45. (Hanafi/radar semarang)

JANGAN DI TIRU : JM, 15, dan JW, 15, tertunduk malu saat dimintai keterangan petugas Satpol PP dengan didampingi majikannya, Susi, 45. (Hanafi/radar semarang)

PEKALONGAN – Dua pembantu rumah tangga asal Batang terjaring razia yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Pekalongan Minggu (9/11) malam. Keduanya yang masih tergolong ABG itu kedapatan sedang berduaan di lapangan Mataram, bersama pasangannya masing-masing.

Keduanya adalah JM, 15, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Limpung dan JW, 15, warga Kelurahan Gumawang, Kecamatan Batang.
Sedangkan pasangannya adalah Riki, 17, dan Yanto, 17, warga Kecamatan Blado, Batang. Kasi Monev Satpol PP Kota Pekalongan, Sapto Widiapsono mengatakan, kedua pasangan muda-mudi mesum itu terjaring dalam razia yang rutin di gelar oleh Satpol PP Kota Pekalongan. “Laporan dari warga di sekitar lapangan Mataram sebelah selatan sering digunakan oleh muda-mudi untuk berpacaran. Sebab sebelah situ memang gelap karena banyak pepohonan. Sehingga lokasi itu termasuk sasaran razia kami. Pasangan ini kami amankan sekitar pukul 01.30,” katanya.

Sementara majikan kedua pembantu itu bernama Susi, 45, mengaku kaget mendapat kabar kedua pembantunya terjaring razia Satpol PP tersebut. Namun setelah mengecek kamar keduanya, ternyata keduanya memang sedang tidak berada di tempat. “Awalnya saya nggak percaya ada telepon dari Satpol PP itu, soalnya anak-anak ini baik-baik. Biasanya kalau mau keluar juga pamit. Malam itu juga sempat saya beri uang belanja untuk dua hari. Tapi setelah saya cek kamarnya, ternyata memang tidak ada. Kemudian saya telepon ibunya,” katanya.

Sedangkan JM, 15, mengaku berjanjian dengan kekasihnya Riki di lapangan Mataram sekitar pukul 22.00. “Janjian ketemu di belakang gawang yang utara, baru kemudian kami ngobrol-ngobrol di belakang gawang yang selatan. Katanya dia (Riki) mau pinjam uang,” ujarnya.

JW mengaku hanya menemani JM untuk menemui kekasihnya. “Saya cuma menemani JM ketemu pacarnya,” bantahnya. Setelah mendapat pembinaan dari petugas Satpol PP Kota Pekalongan, kedua pembantu yang masih ABG itu lantas dikembalikan ke majikannya dan di minta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi. Sementara Riki dan Yanto diserahkan ke petugas Polres Pekalongan untuk diproses lebih lanjut. (han/ric)