Resah, Warga Tangkap Pelaku Balap Liar

134
GERAM: Warga yang merasa jengah dengan perilaku balap liar di JLS pun memasang tulisan larangan sebagai bentuk protes adanya balap liar. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
GERAM: Warga yang merasa jengah dengan perilaku balap liar di JLS pun memasang tulisan larangan sebagai bentuk protes adanya balap liar. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
GERAM: Warga yang merasa jengah dengan perilaku balap liar di JLS pun memasang tulisan larangan sebagai bentuk protes adanya balap liar. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Aksi balapan liar di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) tepatnya di Kampung Sawahan, Kecandran Salatiga, makin marak. Pemilihan lokasi sebagai tempat balapan liat ini ditengarai karena jalan di depan kampung sawahan yang lurus dan aspalnya mulus.

Warga setempat sudah jengah dengan aksi balap liar tersebut dan sering mengadakan aksi pembubaran. Bahkan beberapa pelaku balap liar sempat ditangkap warga dan diminta tidak mengulangi perbuatannya.

Menurut ketua RT 01 Sawahan Kecandran, Suproni, 41, menuturkan, meski sering dirazia, tapi para pelaku balap liar ini tidak jera dan terus menggelar aksinya. Bahkan ketika hujan, balapan lebih aman karena warga dan polisi tidak merazia. “Kegiatan balapan liar sangat mengganggu warga. Kan, itu balapannya tidak pakai lampu, jadi rawan kecelakaan,” terang Suproni.”Tidak jarang mereka taruhan motor dan uang. Pembalap rata-rata pelajar SMP dan SMA. Dan antara para penonton banyak juga dari kalangan perempuan,” jelas Suproni.

Para penonton balap ini mencapai ratusan orang. Biasanya penonton memarkir kendaraan didepan toko aksesoris mobil Aulia di jalan tersrbut. “Jumlahnya sampai ratusan orang yang menyaksikan balapan liar, lha wong parkiran Aulia itu sampai penuh,” ujar dia.

Saking geramnya dengan aksi tersebut, sejumlah warga kerap berpatroli membubarkan aksi. Tidak jarang warga menunggu dari jam 10 hingga satu malam. “Untuk membubarkan, biasanya kami menggunakan bambu dan dipukul pukulkan ke jalan sampai membuat suara berisik,” terang dia. Tiga minggu lalu, mereka berhasil menangkap 11 pelaku balap liar. Ironisnya, usai penangkapan itu, para pelaku lainnya bukannya jera tapi justru menggelar balapan hingg pukul 03.00.

Warga lainnya, Sofyan, 56, warga sawahan yang juga ikut dalam aksi penyergapan mengatakan, rata – rata yang mengadakan balapan liar bukan warga Salatiga. Kesebelas yang ditangkap di antaranya berasal dari Beringin, Macanan. “Biasanya balapan liar dilakukan antara jam satu, dua dan tiga. Mereka juga cerdik, mengirim satu sampai dua orang untuk melihat keadaan. Jika sudah aman, mereka segera menelpon komunitas mereka.” terangnya.(mg14/sas/zal)