DIKELER: Para tersangka saat dikeler oleh tim Reserse Kriminal Polsek Gayamsari untuk dijebloskan ke sel tahanan di Mapolsek Gayamsari. (MUGHIS/RADAR SEMARANG)
DIKELER: Para tersangka saat dikeler oleh tim Reserse Kriminal Polsek Gayamsari untuk dijebloskan ke sel tahanan di Mapolsek Gayamsari.  (MUGHIS/RADAR SEMARANG)
DIKELER: Para tersangka saat dikeler oleh tim Reserse Kriminal Polsek Gayamsari untuk dijebloskan ke sel tahanan di Mapolsek Gayamsari. (MUGHIS/RADAR SEMARANG)

GAYAMSARI – Gara-gara mem-posting barang hasil perampokan di situs jejaring sosial Facebook (FB), sebanyak 7 pemuda dibekuk oleh tim Reskrim Polsek Gayamsari Semarang. Adalah Ari Setiawan, 20, warga Tambaksari, Semarang Timur; Cahya Admaja, 21, warga Tambaksari; Samsudin, 23, warga Barurejo Timur; Sofian, 21, warga Tambaksari; dan Mujiratma Adi, 19, warga Tambaksari. Dua pelaku di antaranya masih di bawah umur, yakni berinisial AS, 17, dan AJ, 16.

Mereka adalah pelaku komplotan pelaku pencurian disertai kekerasan yang terjadi pada Minggu (2/11) lalu, sekitar pukul 01.30 di Jalan Dr Cipto Semarang. Korbannya kali ini, Rizal, 20. Kala itu, bersama tujuh temannya melintas di jalan tersebut mengendarai empat motor.

Sedangkan para pelaku yang diperkirakan berjumlah 15 orang, menghadang dari arah berlawanan. Tim kepolisian hingga saat ini masih memburu sebanyak 8 pelaku lain yang belum tertangkap.

Kanit Reskrim Polsek Gayamsari, AKP Suharto mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan atau informasi tentang keberadaan motor hasil curian tersebut di-posting di situs jejaring sosial FB.

”Para tersangka hendak menjual motor curian melalui jual beli online di FB. Kamu langsung memantau dan menelusuri keberadaan pelaku,” katanya.

Motor tersebut, lanjut Suharto, telah terjual. Pelaku telah melakukan transaksi jual beli online, kemudian bertemu dengan seseorang pembeli di kawasan Pleret Semarang. ”Selama seminggu, kami menelusuri siapa dan di mana lokasi pengunggah foto tersebut,” ungkapnya.

Akhirnya, pada Hari Jumat (7/11) lalu, tim kepolisian berhasil menguntitnya. Salah satu tersangka bertemu dengan pembeli yang datang mengendarai Yamaha Mio. ”Mio milik pembeli itu ditukartambahkan dengan motor hasil curian tersebut. Tersangka mendapat untung Rp 1 juta, kemudian dibagi-bagi dengan teman-temannya,” katanya.

Kali pertama yang ditangkap adalah tersangka Samsudin. Pengembangan tim kepolisian, berhasil meringkus enam tersangka lain di tempat terpisah. ”Para pelaku beraksi sadis. Bahkan pelaku paling muda AJ, dengan sadis memukulkan paving ke kepala korban,” ujar Suharto.

Para pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (mg5/ida/ce1)