Pemkot Bisa Terjerat Pidana

181

SIMPANG LIMA – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bisa terjerat pidana atas insiden tewasnya Sukijo, 76, warga Tegalsari, RT 6/RW 6, Kecamatan Candisari, Semarang. Setelah terperosok di lubang proyek pembangunan gorong-gorong di Jalan Pahlawan Semarang, kemarin malam.

Dalam hal ini, Wali Kota Semarang, Hendrar Pihadi, tidak boleh tutup mata atas kejadian tersebut. Sebab, Pemkot dianggap telah mengabaikan hak pejalan kaki. ”Pemkot bisa terjerat pidana,” kata Pakar Transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno kepada Radar Semarang, Minggu (9/11) kemarin.

Djoko menilai, Pemkot telah mengabaikan hak pejalan kaki dan melanggar Undang Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 274. ”Setiap orang yang melakukan perbuatan kerusakan dan atau gangguan fungsi jalan dapat dipidana paling lama 1 tahun atau denda maksimal Rp 24 juta,” demikian bunyi pasal tersebut.

Sedangkan pada Pasal 28, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan atau gangguan fungsi jalan. Pasal 25, setiap jalan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi fasilitas untuk pejalan kaki. ”Hak pejalan kaki jangan diabaikan. Semua telah diatur dalam undang-undang,” tandasnya.

Terlepas dari kasus ini, pihaknya beberapa waktu lalu atau belum lama ini, telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. ”Waktu itu Pak Wali Kota tidak berkenan. Sekarang malah benar-benar terjadi (ada pejalan kaki meninggal, Red),” katanya.

Proyek pembangunan gorong-gorong seperti itu telah diatur dalam UU. Tidak boleh membahayakan keselamatan pengguna jalan. ”Misal saja jalan bagus, tapi licin, juga bisa dituntut. Ada gundukan pasir yang membahayakan pejalan kaki, itu tidak boleh. Pemerintah terkesan golek gampange. Itu sudah aturan,” ujarnya.

Siapa yang harus bertanggung jawab terkait kasus tersebut? ”Harus dilihat dulu, jika SOP tidak dilaksanakan pihak kontraktor, maka pemkot harusnya yang menegur, apakah pemkot telah menegur? Wali Kota, Bina Marga, Dinas PSDA dan kontraktor, sejauh mana pemantauannya untuk keselamatan pejalan kaki?” tandasnya mempertanyakan.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto saat dikonfirmasi mengatakan, kasus tersebut telah diambil alih oleh penyidik Polrestabes Semarang dari penyidik Polsek Semarang Selatan. ”Masih kami pelajari dan dalami untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Seperti diketahui, Sukijo, 76, Seorang kakek pensiunan Dinas Kesehatan Dinkes, tewas terperosok di lubang proyek pembangunan gorong-gorong di Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (8/11) malam lalu. Korban sedianya menonton wayang di halaman Gubernuran. (mg5/ida/ce1)