PANEN TEBU- Bupati Semarang, Mundjirin bersama para petani Tebu, ketika melakukan panen tebu perdana di Kabupaten Semarang. (FOTO: Dok)
 PANEN TEBU- Bupati Semarang, Mundjirin bersama para petani Tebu, ketika melakukan panen tebu perdana di Kabupaten Semarang. (FOTO: Dok)

PANEN TEBU- Bupati Semarang, Mundjirin bersama para petani Tebu, ketika melakukan panen tebu perdana di Kabupaten Semarang. (FOTO: Dok)

UNGARAN- Rendahnya harga gula menyebabkan menurunnya minat para petani untuk menanam tebu. Belum lagi masuknya gula rafinasi yang beredar di masyarakat, sehingga semakin memperburuk harga gula. Kondisi tersebut sulit ditangani oleh pemerintah daerah mengingat kebijakan penanganannya berada di Pemerintah Pusat dan Provinsi.

Kepala Distanbunhut Kabupaten Semarang, Urip Triyogo mengatakan, yang menjadi kendala para petani tebu adalah rendahnya rendemen dan harga gula yang terus anjlok. Bahkan pada bulan ini saja harga gula pada kisaran Rp 8000 hingga Rp 8.200/kilogram. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi minat dan pendapatan petani dari menanam tebu. Kendati demikian di Kabupaten Semarang masih ada petani yang mau menanam tebu.

“Ada 400 hektar luas tanam tebu, hasil panennya masuk di tiga PG (pabrik gula) di Jawa Tengah. Seperti di PG Tasikmadu Karanganyar, PG Gondangbaru Klaten, dan PG Industri Gula Nusantara Cepiring Kendal. Yang masih jadi kendala soal rendahnya rendemen tebu. Sebenarnya untuk mengatasi hal itu hanya dengan teknik ketepatan waktu panen dan waktu masuknya ke PG saja,” ungkap Urip.

Sementara itu terkait masuknya gula rafinasi, Bupati Semarang, Mundjirin hanya bisa mengangkat tangan sebagai tanda tidak bisa mengatasinya. Alasannya kebijakan penanganan ada di tangan provinsi atau pemerintah pusat. Cara paling ampuh menurut Bupati hanya membangun kesadaran bagi para pelaku penjualan gula rafinasi.

“Masuknya gula rafinasi ini jelas merugikan petani dan menguntungkan tengkulak. Terus terang kita tidak mampu. Bagaimana cara mengatasinya yakni dibutuhkan kesadarannya. Kita hanya bisa sebatas menghimbau kepada importir. Ini menjadi tantangan kami,” kata Bupati. (tyo/zal)