Cambridge Terapkan Kurikulum dari Singapura

366
MERIAH : Beragam acara menambah kemeriahan open house Cambridge Internasional School Semarang di Kawasan Graha Candi Golf Semarang Minggu (9/11) kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
 MERIAH : Beragam acara menambah kemeriahan open house Cambridge Internasional School Semarang di Kawasan Graha Candi Golf Semarang Minggu (9/11) kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)

MERIAH : Beragam acara menambah kemeriahan open house Cambridge Internasional School Semarang di Kawasan Graha Candi Golf Semarang Minggu (9/11) kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)

JANGLI-Menerapkan kemandirian kepada anak sekaligus memberikan kebebasan untuk berekspresi, menjadi unggulan dalam kurikulum Cambridge Internasional School di Kawasan Graha Candi Golf Semarang.

Manager Sekolah Cambridge Internasional School Semarang, Shirley Permatasari ST mengatakan bahwa keunggulan kurikulum yang diterapkan adalah mengajarkan kepada sang buah hati agar mau berekspresi dan mengembangkan dirinya melalui sekolah.

“Kurikulum yang kami terapkan mengadopsi kurikulum dari Singapura yang membebaskan anak dalam mengembangkan pola pikir,” katanya di sela-sela Open House Cambridge Internasional School kemarin.

Kurikulum yang dipakai, lanjut dia, juga memberikan fasiltas konseling bagi para murid sekaligus memberikan program belajar yang berbeda. “Setiap kelas diisi maksimal 15 anak. Sehingga kegiatan belajar mengajar lebih efektif, karena guru pengajar bisa memberikan materi ajar secara personal. Selain itu, kami juga memberikan fasilitas bimbingan konseling dengan program yang berbeda setiap anaknya,” tandasnya.

Open house sendiri sengaja dilakukan pihak sekolah guna melakukan rebranding sekolah yang dahulu terletak di daerah Kaliwiru Semarang. Mulai tahun ajaran baru ini, Cambridge membuka sekolah baru di daerah Graha Candi Golf. “Kami ingin kembali memperkenalkan kepada masyarakat Semarang tentang sekolah ini,” paparnya.

Open house sendiri diisi dengan berbagai pentas seni, bazar dan lomba antar kelas dari PG TK hingga siswa kelas 6 SD dengan harapan bisa menjaring calon siswa sebanyak-banyaknya dengan menarik minat dari para orang tua dan calon anak didik. “Kami targetkan bisa memperoleh siswa sebanyak-banyaknya, tapi standar kami tidak berubah. Yakni setiap kelas tetap diisi maksimal 15 siswa,” pungkasnya. (den/sct/ida)