Tak Dapat Jatah, Nekad Curi Raskin

148
DIBEKUK : Tersangka pencuri raskin di Desa Kalirejo, Khoeruman, 52 saat gelar perkara di halaman Polres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 DIBEKUK : Tersangka pencuri raskin di Desa Kalirejo, Khoeruman, 52 saat gelar perkara di halaman Polres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

DIBEKUK : Tersangka pencuri raskin di Desa Kalirejo, Khoeruman, 52 saat gelar perkara di halaman Polres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Diduga tidak tercatat sebagai warga penerima jatah beras miskin (raskin), Khoeruman, 52 warga Kalirejo, Kecamatan Kangkung nekad mencuri jatah beras dari gudang raskin di aula Balai Desa setempat. Akibat perbuatannya tersebut, warga miskin itu kini mendekam di sel tahanan Polres Kendal sebagai tersangka.

Khoeruman ditangkap dan dijebloskan dalam sel tahanan lantaran tertangkap basah mencuri dua karung raskin dengan berat 30 kilogram. Hal itu dilakukannya dengan cara memanfaatkan kelengahan warga sekitar. “Saya tidak pernah dapat jatah raskin, jadi saya ambil beras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya saat di interogasi oleh penyidik Polres Kendal, Jumat (7/11).
Ia juga mengaku jika perbuatannya tidak hanya dilakukan sekali, bahkan berkali-kali jatah raskin yang di simpan di aula balai desa selalu hilang. “Sebelumnya pernah mencuri tiga kali, semuanya ada sembilan karung 135 kilogram,” katanya.

Pencurian raskin biasa ia lakukan petang hari saat warga sekitar lengah. “Saya masuk dengan cara mencongkel jendela, lalu mengambil dan membawa pulang. Jarak rumah saya dekat, sekitar 20 meter dari balai desa,” tandasnya.

Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono menjelaskan, diketahuinya aksi pencurian setelah sebelumnya warga curiga karena raskin yang di simpan dalam aula sering kurang dan hilang. Warga sekitar kemudian melakukan pengintaian di sekitar aula balai desa. “Saat itulah warga mengetahui, tersangka (Khoeruman) masuk dan menggondol beras dua karung. Warga yang jengkel kemudian menyeret pelaku ke Polsek Kangkung dan tersangka mengakui memang sudah berkali-kali melakukan aksi karena tidak mendapat jatah raskin,” jelasnya.

Kapolres mengatakan perbuatan terdakwa satu sisi memang terpaksa karena tersangka warga miskin tapi tidak mendapatkan jatah raskin. Tapi tindakan mencuri yang sudah meresahkan warga juga harus diproses. “Latar belakang ekonomi, nanti tetap kami masukkan sebagai alasan sehingga dapat memperingan hukuman terdakwa nanti di Pengadilan,” tandasnya.

Harryo menjerat Khoeruman dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian Jo Pasal 64 KUHP tentang tindak pidana yang dilakukan secara berlanjut. Ancaman pidananya maksimal tujuh tahun penjara. (bud/ric)