BASMI TIKUS : Petani di wilayah Demak berupaya menutupi lubang tikus supaya tidak bisa keluar mengganggu tanaman padi di sekitarnya. (Wahib pribadi/radar semarang)
BASMI TIKUS : Petani di wilayah Demak berupaya menutupi lubang tikus supaya tidak bisa keluar mengganggu tanaman padi di sekitarnya.  (Wahib pribadi/radar semarang)
BASMI TIKUS : Petani di wilayah Demak berupaya menutupi lubang tikus supaya tidak bisa keluar mengganggu tanaman padi di sekitarnya. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK – Hama tikus kini menjadi musuh bebuyutan para petani di wilayah Demak. Ini karena hewan pengerat itu kerap merusak tanaman padi yang baru saja di tanam. Petani saat ini kewalahan untuk membasmi tikus tersebut.

Sekretaris Dinas Pertanian (Dispertan) Pemkab Demak, Wiwin Edi Widodo mengatakan, hama tikus berkembang cepat lantaran mudah beranak pinak. Menurutnya, sepasang tikus bisa beranak sebanyak 1.200 ekor per tahun. Yang membuat repot lagi, anak tikus itu dalam waktu tidak lama juga akan beranak pinak lagi.

Dia mengatakan, kini yang menjadi sasaran tikus antara lain tanaman padi di Kecamatan Gajah, Karanganyar dan Dempet. Meski banyak tikus, gangguan hama tersebut relatif bisa terkendali. Diantaranya dengan warga terus menggalakkan gropyokan di areal persawahan. Bahkan, di wilayah Kecamatan Karanganyar dan Gajah sudah juga dibantu regu tembak dengan sasaran tikus yang berkeliaran di sawah.

“Selain itu, kita bantu para petani dengan obat atau racun pembasmi. Sudah banyak kelompok tani yang meminta obat tikus ini. Bantuan obat ini telah dianggarkan di APBD dan provinsi,” katanya. (hib/ric)