Persembahkan Kepala Sapi, Sajikan Berbagai Hiburan

198
BERAMAI-RAMAI : Warga berdesak-desakan naik perahu untuk menyaksikan tradisi sedekah laut di Desa Gempolsewu. (Budi Setyawan/radar semarang)
 BERAMAI-RAMAI : Warga berdesak-desakan naik perahu untuk menyaksikan tradisi sedekah laut di Desa Gempolsewu. (Budi Setyawan/radar semarang)

BERAMAI-RAMAI : Warga berdesak-desakan naik perahu untuk menyaksikan tradisi sedekah laut di Desa Gempolsewu. (Budi Setyawan/radar semarang)


Salah satu tradisi warga pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura) di Kendal adalah sedekah laut atau larung sesaji. Yakni upacara dengan menyembelih seekor sapi sebagai sesembahan. Seperti apa?

Suasana Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Dukuh Tawang, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari pagi (7/11) kemarin tampak di padati ribuan warga. Mereka menaiki ratusan perahu untuk menyaksikan sedekah laut dengan membuang beraneka macam sesaji ke tengah laut.
Sedekah laut tersebut merupakan perwujudan rasa syukur para nelayan Desa Gempolsewu kepada yang Maha Kuasa. Yakni atas rezeki yang melimpah sehingga para nelayan memperoleh hasil tangkapan yang banyak. Selain itu juga harapan agar tahun berikutnya, hasil tangkapan ikan bisa lebih banyak.
Upacara tersebut dilakukan dengan cara besar-besaran. Pasalnya para nelayan mempersembahkan kepala sapi sebagai sesaji. Selain itu beraneka macam makanan tradisional Jawa dan jajanan pasar juga ikut menjadi sesaji. Aneka macam sesaji makanan dan kepala sapi itu di bawa ke tengah laut dan kemudian di buang setelah di bacakan doa bersama.
Tak hanya sesaji, di sekitar TPI juga di gelar beraneka macam hiburan untuk menghibur masyarakat sekitar. Mulai dari pertunjukan wayang kulit, ketoprak dan orkes dangdut. Ratusan pedagang kaki lima juga tampak berjajar untuk memeriahkan acara yang digelar dua hari dua malam itu.
Jumiyati, 51, warga setempat mengatakan sedekah laut di Dukuh Tawang ini selalu ramai. Sehingga, mengundang para pedagang untuk turut mencari pendapatan “Banyak warga yang ingin menyaksikan tradisi, ini dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan,” katanya.
Dia sendiri datang bersama dua anggota keluarganya. Namun, dia mengaku tidak menyaksikan sesaji yang di lepas di tengah laut karena takut naik perahu. “Tadi anak sama cucu yang naik perahu ke tengah laut untuk menyaksikan larung sesaji,” jelasnya.
Camat Rowosari, Muhammad Fathoni mengatakan kegiatan ini dimeriahkan oleh 400 kapal dan perahu dengan di hias beraneka macam. “Kegiatan ini murni di lakukan nelayan dengan dana yang di tanggung secara gotong royong. Jadi sebagai wujud syukur para nelayan,” ujarnya.
Rencananya, sedekah laut ini akan berlangsung selama dua hari. Kendati demikian, penjagaan masih akan di lakukan selama empat hari. Yakni dengan melibatkan Kepolisian, Satpol PP, TNI dan keamanan warga setempat. “Terpenting, semua warga dan para pengunjung dapat menjaga situasi tetap kondusif,” paparnya. Ke depan, ia berencana kegiatan bisa menjadi salah satu wisata bahari. Sehingga mampu mengangkat perekonomian warga Rowosari. (*/ric)