CINTA LINGKUNGAN : Para PNS di Kabupaten Kendal melakukan aksi cabut paku di sepanjang jalur pantura Kendal. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 CINTA LINGKUNGAN : Para PNS di Kabupaten Kendal melakukan aksi cabut paku di sepanjang jalur pantura Kendal. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

CINTA LINGKUNGAN : Para PNS di Kabupaten Kendal melakukan aksi cabut paku di sepanjang jalur pantura Kendal. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Meski sudah diperingatkan berulang kali akan larangan menempel poster di pohon dengan paku, tapi kenyataannya masih banyak pelanggaran. Ketidakpedulian warga akan ramah lingkungan dinilai masih rendah. Hal itu terbukti dari banyaknya paku yang di temukan dalam aksi cabut paku yang di lakukan ribuan warga dari unsur pelajar dari sejumlah sekolah, PNS Pemkab Kendal dan TNI dan Polri, dan hakim dan pegawai di Pengadilan Negeri (PN) Kendal.

Aksi tersebut merupakan gerakan bersama untuk mengajak seluruh elemen masyarakat cinta terhadap lingkungan. Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal, Bambang Dwiono mengatakan gerakan aksi cabut paku juga sebagai peringatan Hari Korpri dan Pahlawan Nasional. “Pesertanya seluruhnya mencapai ribuan orang. Karena melibatkan pelajar dari sejumlah sekolah, PNS dari berbagai SKPD, TNI, Polri maupun masyarakat pecinta lingkungan,” ujarnya, Jumat (7/11).

Menurutnya, jalur pantura yang selalu ramai setiap harinya menjadikan ajang promosi masyarakat untuk menawarkan barang maupun jasa. Namun hal itu dilakukan dengan cara yang tidak bersahabat. Yakni banyak masyarakat karena egois hanya mementingkan usahanya laku kemudian menempel poster dengan memakunya di pohon.

“Sehingga banyak pohon-pohon yang tumbuhnya tidak kokoh karena banyak paku. Kondisi ini memang memprihatinkan. Dengan adanya gerakan cabut paku ini, di harapkan kesadaran masyarakat akan lingkungan semakin meningkat,” tandasnya.

Salah seorang pelajar Wahyu Hidayat, siswa SMPN 2 Kendal, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Sebab kegiatan cabut paku menurutnya bagian upaya melestarikan lingkungan. “Banyak paku yang kami temukan, bahkan hingga berkarat dan melukai batang pohon,” tuturnya.

Menurutnya, pohon di sepanjang jalur pantura adalah untuk mengantisipasi polusi udara akibat asap kendaraan. Jadi tidak bijak ketika menempel poster dengan paku di pohon. “Pohon dan tumbuh-tumbuhan juga harus di jaga, karena kalau tidak akan berimbas pada bencana,” jelasnya.

Isnindiyah, salah seorang guru SMPN 2 Kendal mengatakan, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih sangat minim. Bahkan hal itu bukan hanya di kalangan bawah, namun juga bagi mereka yang berada di pemerintahan maupun pengusaha. “Banyak yang pasang gambar dengan paku saat kampanye. Selain itu, pemasangan iklan oleh pengusaha-pengusaha, di pohon. Ini sangat memprihatinkan,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut menurutnya salah satu bentuk pendidikan karakter kepada siswa. Yakni menanamkan cinta lingkungan. “Semua siswa berjumlah 600 ikut serta dalam kegiatan ini,” tambahnya. (bud/ric)