Taruna Pelayaran

139
Radar Semarang
Radar Semarang
Radar Semarang

ULAH taruna salah satu Politeknik Pelayaran di Kota Semarang ini sungguh disayangkan. Betapa tidak, ia nekat membobol kotak amal di Masjid Nurul Huda, Jalan Peres G 24-25, Purwosari, Semarang Utara. Pelaku diketahui bernama Dady Permana Putra Arief, 22.

Taruna tingkat III Ilmu Pelayaran asal Wonosobo ini tinggal bersama saudaranya di Rejosari, Jambu, Kabupaten Semarang. Aksi konyol itu dilakukan saat pelaku dalam kondisi terimpit ekonomi. ”Saya bingung tidak punya uang untuk makan,” ujar Dady saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (6/11).

Namun aksi tersebut tidak berjalan mulus. Dady tidak sadar kalau gerak-geriknya ternyata telah dicurigai warga. Begitu Dady beraksi mengambil uang di kotak amal di masjid tersebut, warga langsung menyergapnya.

Tentu saja, aksi Dady membuat warga geram hingga reaksi emosi warga tak dapat tertahan. Dady menjadi bulan-bulanan massa. Beruntung, aparat kepolisian dari Polsek Semarang Utara segera tiba di lokasi kejadian. Dady diamankan dan dibawa ke Mapolsek Semarang Utara untuk dimintai keterangan.

Aksi pencurian itu dilakukan pada Senin (3/11) sekitar pukul 02.30. Saat itu, dia usai main dari warnet tak jauh dari lokasi kejadian. Dalam kondisi tidak punya uang, dia kemudian mampir di masjid tersebut. ”Waktu masuk masjid, melihat kotak amal langsung muncul niat mencuri. Kondisinya sepi,” katanya.

Dia mengaku belum menerima kiriman uang dari orang tua. Sehingga hal itu membuat Dady kehilangan akal sehatnya hingga memutuskan mencuri. Kotak amal itu sempat dia angkat dan dibawa ke belakang masjid untuk dibuka. ”Saat membuka kunci gembok kotak amal, malah ketahuan oleh warga,” ujarnya.

Warga yang hendak melaksanakan salat Subuh itu langsung meneriaki ”maling”. Dady pun terperanjat dan kepanikan hingga berusaha kabur. Namun teriakan warga mendapat respons dari sejumlah warga yang lain. Terjadilah aksi kejar-kejaran sebelum akhirnya Dady berhasil diringkus. ”Saya dipukuli oleh warga,” akunya.

Aksi massa terhadap Dady itu baru mereda setelah petugas Polsek Semarang Utara tiba di lokasi kejadian.
Kapolsek Semarang Utara AKP M. Ridwan mengatakan, tersangka telah dilakukan pemeriksaan. ”Aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya. Hasil pemeriksaan terhadap Dady, lebih dahulu mengamati masjid tersebut, kemudian masuk ke dalam warnet. Beberapa jam berikutnya, masuk ke dalam masjid untuk melakukan aksinya,” jelasnya.
Atas perbuatannya, Dady akan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. (mg5/aro/ce1)