Ricky Yang Juga Hijrah ke Jabar

251
PUTUSKAN PERGI: Ricky Yang, saat membela Indonesia di SEA Games 2013 lalu dan meraih medali emas. Selama ini, dia adalah atlet andalan Jateng dan Indonesia dari meja biliar. (DOK/RASE)
 PUTUSKAN PERGI: Ricky Yang, saat membela Indonesia di SEA Games 2013 lalu dan meraih medali emas. Selama ini, dia adalah atlet andalan Jateng dan Indonesia dari meja biliar. (DOK/RASE)

PUTUSKAN PERGI: Ricky Yang, saat membela Indonesia di SEA Games 2013 lalu dan meraih medali emas. Selama ini, dia adalah atlet andalan Jateng dan Indonesia dari meja biliar. (DOK/RASE)

SEMARANG – Satu lagi atlet andalan Jawa Tengah yang digadang-gadang bakal mempersembahkan medali emas di PON 2016 mendatang di Jabar, memutuskan hengkang dari provinsi ini. Dia adalah Ricky Yang, penyumbang medali emas dari cabang olahraga biliar di beberapa Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir.

Kabid Umum dan Kesejahteraan Pelaku Olahraga KONI Jateng Iik Suryati Azizah mengakui, permohonan mutasi atlet Jateng ke Jabar jelang perhelatan PON Jabar 2016 mendatang memang sangat marak. Jabar sejak beberapa PON terakhir memang memberikan bonus yang istimewa bagi para atlet peraih medali emas. Di PON 2012 lalu di Riau, setiap peraih medali emas mendatang bonus uang Rp 100 juta ditambah satu unit rumah.

Namun menurut Iik, ditengarai sejumlah atlet mencari-cari alasan yang tidak sesuai aturan untuk melegalkan kepindahannya ke Jabar. Iik menyebut sebagai modus. ”Ada yang mengajukan surat pindah ke Jabar dengan alasan sudah mendapatkan pekerjaan, tapi ketika kami melakukan investigasi, ternyata tak ada bukti atlet bersangkutan bekerja di sana. Salah satunya yang kami duga adalah Ricky Yang,” kata Iik.

Sementara, Sekum KONI Jabar Ali Rahman saat dihubungi menandaskan, bahwa Jabar tak membajak atlet-atlet potensial dari provinsi lain termasuk Jateng. Hanya saja, sejumlah atlet asal Jabar memang berbondong-bondong kembali ke asalnya setelah sekian lama memperkuat provinsi lain di arena Pekan Olahraga Nasional (PON). ”Pebilar Amanda Rahayu asli Lembang, jadi wajar bila dia kembali, dan kami menerimanya dengan senang hati. Demikian pula, petenis meja asal Garut Yon Mardiyono ingin pulang,” katanya.

Ali yang juga Ketua Umum Pengprov POBSI (biliar) menantang tim investigasi KONI Jateng untuk menelusuri jejak pebiliar Ricky Yang. Pasalnya yang dia tahu, pebiliar peraih medali emas PON 2012 itu telah lima bulan lalu membuka usaha biliar di Bogor. ”Padahal jika seseorang telah membuka usaha, berarti yang bersangkutan harus membuat surat izin usaha, dan itu butuh Kartu Tanda Penuduk (KTP). Silakan, tim investigasi Jateng menelusuri itu, benar apa tidak,” kata Ali.

Jika pernyataan Ali benar, Jateng bakal kehilangan pebilar andal. Pasalnya, M Zulfikri dan Amanda juga mengajukan mutasi atlet ke Jabar. Plt Ketua Umum KONI Jateng Hartono mengakui, pihaknya dan Jabar belum menemui titik temu terkait upaya Jabar berdamai dengan Jateng terkait mutasi atlet. ”Kami berdialog hingga pukul tujuh malam. Tak ada titik temu,” kata Hartono. (bas/smu)