Mutasi Imam Tauhid Ditolak BAORI

171
Imam Tauhid. (DOK/RASE)
Imam Tauhid. (DOK/RASE)
Imam Tauhid. (DOK/RASE)

SEMARANG – Karateka nasional asal Salatiga Imam Tauhid dipastikan urung hengkang ke Jabar. Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) memutuskan permohonan mutasi atlet peraih medali perak SEA Games 2011 itu tak memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam SK Ketua Umum KONI Pusat No 56 Tahun 2010.

”Setelah kami telusuri dan periksa, alat-alat bukti dan permohonan atas nama atlet karate Jateng Imam Tauhid tidak memenuhi syarat. Seperti surat rekomendasi (persetujuan) pindah dari Pengkot FORKI Salatiga, FORKI Jateng, dan KONI Jateng tidak ada. Jadi menyalahi prosedur,” tutur Ketua BAORI Benny Riyanto, kemarin.

Sesuai pasal 10 ayat 2 SK Ketua Umum KONI Pusat, persyaratan mutasi harus dilengkapi dengan surat pindah domisili dn dilampiri surat permohonan mutasi. Lalu, foto kopi surat bukti alasan mutasi. hal yang sangat krusial yang dicermati BAORI adalah Imam telah menerima uang penggalangan dan pembinaan atlet senilai Rp 300 juta dari KONI Jabar. ”Padahal, surat persetujuan pindah dari FORKI tempat asal belum keluar. Kami menilai, apa yang dilakukan oleh Imam Tauhid mencederai semangat sportivitas. Ini membuktikan, pandangan BAORI selalu memenangkan atlet tidak benar. Sekali lagi, dalam membuat keputusan ada pertimbangan yang mengacu pada alat bukti, azas normatif, kepatutan, dan sportivitas,” tandas Guru Besar Peradilan FH Undip itu.

Bahkan, kata Benny, ketua dan anggota majelis tidak ada yang berasal dari Jateng termasuk dirinya. Hal ini, untuk menjaga obyektivitas dan memenuhi rasa keadilan. Selain Imam, lembaga peradilan olahraga di Indonesia itu juga menolak permohonan pindah dari atlet menembak Riau Anang Yulianto ke Jabar.

Sebab, setelah ditelusuri tiap kali PON, Anang pindah ke daerah penyelenggara. Kini, dia mengajukan pindah ke Jabar. Pada 2008 membela Kaltim selaku tuan rumah kemudian 2012 memperkuat Riau. Sekarang, dia mengajukan mutasi ke Jabar tuan rumah PON 2016. ”Ini melanggar azas kepatutan dan sportivitas. Memang sebagian besar sengketa olahraga yang kami tangani tentang mutasi. BAORI ingin agar atlet tak terkesan menjual diri,” pungkas Benny. (bas/smu)