Lima Jabatan Eselon II Dilelang

115
Radar Semarang
Radar Semarang
Radar Semarang

GUBERNURAN – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kembali melakukan lelang jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II di lingkungan Provinsi Jateng. Ada lima posisi jabatan tinggi pratama yang dilelang karena kekosongan jabatan.

Lelang jabatan dimaksudkan untuk membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin berkarir menjadi pejabat di tingkat eselon II tersebut. Baik kepala dinas, kepala badan maupun direkur perusahaan daerah harus benar-benar memiliki kompetensi khusus untuk mengisi jabatan tersebut.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebutkan, lima jabatan yang dilelang adalah Kepala Dinas Kesehatan; Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan; Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah; Wakil Direktur Umum RSUD dr Moewardi serta Wakil Diretur Pelayanan RSUD dr Moewardi.

Lelang jabatan ini sesuai dengan Undang-Undang No 5 tahun 2004 tentang aparatur sipil negara. ”Lelang jabatan ini akan dimulai 6-26 November mendatang, selama 15 hari kerja. Ada lima jabatan eselon II yang akan dilelang,” katanya saat konferensi pers di studio mini Pemprov Jateng, Rabu (5/11).

Ganjar menegaskan, lelang jabatan terbuka untuk umum, tidak hanya untuk masyarakat Jateng. Siapa saja yang memiliki kualifikasi dan memenuhi syarat administrasi secara terbuka bisa mengikuti lelang jabatan tersebut. ”Semua akan berjalan secara transparan dan terbuka. Tidak ada sogok-sogokan dan semua tidak ada biaya,” tegasnya.

Agar proses seleksi berjalan transparan, dibentuk panitia seleksi (pansel) calon pejabat tinggi pratama, baik dari internal maupun eksternal birokrasi Pemprov Jateng. Panitia seleksi yang dibentuk terdiri atas sembilan orang dari berbagai disiplin ilmu.

Mereka berasal dari perguruan tinggi, tokoh masyarakat, birokrasi profesional dan aktivis. Yakni, Prof Dr Ir S Budi Prayitno (ketua), Sri Puryono (Sekda Jateng), Widadi, FX Sugiyanto, dan Angelina Ika Rahutami. Selain itu, Warsito Ellwin, Myra Diarsi, Hartanto dan Untung Alifianto.

Pansel bertugas merumuskan persyaratan jabatan, ruang lingkup dan tahapan seleksi. ”Secepatnya harus bisa rampung. Maksimal Desember lima jabatan itu sudah ada yang mengisi. Untuk Plt atau Plh ya tetap bekerja seperti biasa, tetap berkoordinasi dengan saya,” katanya.

Ketua panitia seleksi calon pejabat tinggi pratama, Prof Dr Ir S Budi Prayitno mengatakan, pansel akan mendapatkan tugas untuk menyeleksi lelang jabatan eselon II. Ia menegaskan, semua bakal berjalan transparan dan terbuka. Masyarakat juga dilibatkan dalam lelang jabatan tersebut.

”Untuk usia maksimal 58 tahun saat pendaftaran dan memiliki pendidikan minimal sarjana,” jelasnya.
Tahap seleksi dimulai dengan pengumuman pendaftaran lelang jabatan. Kemudian seleksi administrasi, pengumuman hasil seleksi administrasi, dan pelaksanaan uji gagasan.

Selanjutnya, pelaksanaan assessment dan tracking, wawancara dengan pansel, penyerahan hasil seleksi ke gubernur dan wawancara dengan gubernur. ”Setiap perkembangan informasi bisa diakses langsung. Masyarakat juga bisa terlibat untuk melihat track record dari semua yang ikut lelang jabatan eselon II,” katanya. (fth/aro/ce1)