SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dalam kurun waktu empat tahun terakhir ini kinerja keuangan perusahaan pembiayaan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada Agustus lalu, perolehan aset mencapai Rp412,46 triliun atau tumbuh 8,64 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Direktorat Pengawasan Pembiayaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bondan Kusuma menuturkan, piutang pembiayaan juga mengalami pertumbuhan per Agustus lalu sebesar 8,54 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan komposisi piutang masih didominasi pembiayaan konsumen sebesar Rp241,26 triliun atau 66,37 persen dari total piutang. “Disusul pembiayaan sewa guna usaha sebesar Rp113,71 triliun atau menguasai 31,2 persen,” katanya, kemarin.

Selama ini, lanjutnya, total pembiayaan industri masih terkonsentrasi pada sektor rumah tangga mencapai Rp189,196 triliun atau sebesar 50 persen dari total piutang pembiayaan. Sektor ini umumnya paling banyak memperoleh pembiayaan konsumen dari industri. “Saat ini tercatat 3.758 kantor cabang perusahaan pembiayaan tersebar di seluruh Indonesia per akhir Agustus lalu,” ujarnya.

Menurutnya, Pulau Jawa menjadi lokasi paling padat keberadaaan perusahaan pembiayaan yaitu sebanyak 748 kantor. Lembaga pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) Semarang misalnya, menargetkan penyaluran kredit Rp40-45 miliar per bulan.

Branch Manager ACC Semarang, Felix Wijaya menuturkan, penyaluran kredit mobil relatif bagus. Rata-rata mengalami kenaikan sebesar 10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. “Setiap bulan kami membiayai kredit sebanyak 400-450 unit mobil dengan pembiayaan masing-masing sekitar Rp 100 juta per unit,” tandasnya. (aln/jpnn/smu)