DITAHAN: Hary Kristian Barus dan Anju Vrikles Harahap Laguboti saat diamankan di Mapolsek Tembalang. (IST)
DITAHAN: Hary Kristian Barus dan Anju Vrikles Harahap Laguboti saat diamankan di Mapolsek Tembalang. (IST)
DITAHAN: Hary Kristian Barus dan Anju Vrikles Harahap Laguboti saat diamankan di Mapolsek Tembalang. (IST)

BARUSARI – Dua mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (Undip) resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tindak pidana pengeroyokan terhadap wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Ricky Fitriyanto, 34. Kedua tersangka adalah Hary Kristian Barus, 25, dan Anju Vrikles Harahap Laguboti, 24.

Penetapan tersangka tersebut dilakukan oleh penyidik Reserse Kriminal Polsek Tembalang dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Selain itu, kedua tersangka dijerat pasal 406 KUHP tentang pengerusakan.

”Sudah ditahan, keduanya ditetapkan tersangka pasal 170 dan 406 KUHP,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono kepada Radar Semarang di Mapolrestabes Semarang, Rabu (5/11).

Sebelumnya, kedua tersangka hanya akan dijerat pasal 406 KUHP tentang pengerusakan oleh penyidik Polsek Tembalang. Namun setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, tersangka memenuhi unsur dalam pasal 170 KUHP.

”Keduanya telah memenuhi unsur (pidana dalam pasal 170 KUHP, Red). Bukti-bukti sudah cukup, ada visum, keterangan saksi dan lain-lain. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun,” ujarnya.

Soal adanya isu yang berembus bahwa kasus ini ”dibekingi” oknum perwira Polda Jateng, dan salah satu tersangka merupakan anak seorang anggota polisi, Djihartono dengan tegas memastikan kasus tersebut berjalan sebagaimana mestinya. ”Tidak boleh main-main. Tidak ada penangguhan penahanan,” tandasnya.

Jika memang benar, tersangka merupakan anak seorang anggota polisi dengan menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri, itu saja telah melanggar aturan. ”Itu tidak boleh, KTA harus ’melekat’ pada anggota polisi itu sendiri,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua mahasiswa Fakultas Hukum Undip melakukan aksi pengeroyokan terhadap wartawan Jawa Pos Radar Semarang yang kerap meliput di kantor Gubernuran, Ricky Gundul, warga Perumahan Bukit Cemara Residen 9i, Bulusan, Tembalang, Kota Semarang. Aksi penganiayaan disertai perusakan mobil sedan Toyota Soluna milik Ricky tersebut dilakukan di depan Pos Satpam Villa Tembalang, Bulusan, Tembalang, Selasa (4/11) dini hari.

Ironisnya, aksi tersebut dilakukan dalam kondisi mabuk. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh, yakni bibir pecah, pipi lebam, dan kaus sobek. Selain itu, kaca depan mobil korban retak setelah dihantam paving block oleh kedua tersangka.

Pembantu Rektor III Bagian Kemahasiswaan Universitas Diponegoro (Undip) Warsito kembali mengatakan, pihaknya secara pasti belum mengatahui apakah kedua tersangka benar mahasiswa Fakultas Hukum Undip atau bukan. ”Kami cek dulu kebenarannya,” ujarnya.

Dikatakannya, pada prinsipnya, pihaknya mendukung hukum ditegakkan seadil-adilnya. ”Nanti lihat penelusuran lebih lanjut, yang terpenting tetap menggunakan asas praduga tak bersalah,” tandas Warsito.

Jika memang ada mahasiswa yang terjerat pidana, pihak Undip akan melakukan pendampingan hukum terhadap mahasiswa tersebut. Hal itu untuk mengetahui atau merunut permasalahannya detail dari kasus tersebut seperti apa.

”Nanti akan diketahui tindakan kampus dalam memberikan sanksi apa. Bisa dikenai sanksi ringan maupun sanksi berat. Tergantung hasil pemeriksaannya seperti apa,” katanya. (mg5/aro/ce1)