Radar Semarang
Radar Semarang
Radar Semarang

SEMARANG – PSIS akan memenuhi panggilan kedua dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Kamis (6/11) mendatang. Panggilan tersebut terkait investigasi lanjutan buntut dari laga sepakbola gajah yang mereka lakoni bersama PSS Sleman beberapa waktu lalu.

Tak tanggung-tanggung, kali ini Komdis yang dipimpin oleh Hinca Panjaitan akan langsung memanggil seluruh pemain dan official tim yang tercantum dalam daftar susunan pemain (DSP) laga PSS versus PSIS yang digelar di Stadion Sasana Krida AAU, Sleman 26 Oktober lalu. “Jadi Rabu (5/11) besok PSS Sleman dulu yang dipanggil, baru setelah itu Kamis (6/11) kami yang akan memenuhi panggilan untuk diadakannya investigasi lanjutan,” kata General Manajer PSIS, Kairul Anwar kemarin.

Jika mengacu pada DSP pertandingan, berarti total akan ada 11 pemain starter, tujuh pemain cadangan serta enam official tim PSIS yang akanberangkat ke Jakarta untuk dimintai keterangan dari Komdis tersebut.

Pemanggilan dari Komdis tersebut merupakan pemanggilan kedua yang harus diterima oleh tim Mahesa Jenar. Sebelumnya beberapa perwakilan pemain, serta manajemen PSIS juga telah memenuhi panggilan Komdis yang berbuah sanksi diskualifikasi dari kompetisi kemarin.

Prinsipnya, kata Kairul, segenap pemain serta official tim yang dipanggil oleh Komdis besok tetap akan bersikap kooperatif serta siap membeberkan kejadian sebenarnya yang terjadi dalam drama
sepakbola gajah kemarin.“Tidak ada yang kami tutup-tutupi, kami akan membeberkan kejadian yang terjadi sebenar-benarnya saat dimintai keterangan oleh Komdis besok,” sambungnya.“Selain itu manajemen pastinya juga tetap melakukan segala upaya untuk banding termasuk usaha untuk melakukan langkah hukum meski hanya bersifat normatif,” lanjut pria yang juga berprofesi sebagai pengacara tersebut.

Terkait pemanggilan kedua oleh Komdis tersebut, ditemui terpisah, Ketua Asprov PSSI Jateng, Johar Lin Eng mengatakan, Komdis diharapkan bisa lebih bijak dalam menelurkan keputusan terutama soal sanksi
kepada kedua tim.

Menurut Johar, larangan melakukan banding yang kemarin dikeluarkan oleh Komdis juga harus segera dicabut karena dinilai justru akan mengebiri klub. “Karena klub dan person pemain berhak
untuk mencari keadilan. Selain itu dalam kode disiplin 2011 disebutkan ada beberapa perkara yang tidak boleh banding yaitu denda Rp 30 juta kebawah dan larangan bermain selama dua kali, sudah itu saja yang tidak boleh disbanding,” tegasnya. (bas/zal)