Ribuan Siswa TK Berlatih Manasik Haji

229
BELAJAR TAWAF : Untuk menanamkan pemahaman rukun Islam secara benar sejak dini, ribuan siswa TK Muslimat NU di Kabupaten Kendal diajari manasik haji di Alun-Alun Kendal, Selasa kemarin (4/11). (BUDI SETIAWAN/RADAR SEMARANG)
 BELAJAR TAWAF : Untuk menanamkan pemahaman rukun Islam secara benar sejak dini, ribuan siswa TK Muslimat NU di Kabupaten Kendal diajari manasik haji di Alun-Alun Kendal, Selasa kemarin (4/11). (BUDI SETIAWAN/RADAR SEMARANG)

BELAJAR TAWAF : Untuk menanamkan pemahaman rukun Islam secara benar sejak dini, ribuan siswa TK Muslimat NU di Kabupaten Kendal diajari manasik haji di Alun-Alun Kendal, Selasa kemarin (4/11). (BUDI SETIAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Ribuan siswa TK Muslimat NU di Kabupaten Kendal melakukan kegiatan manasik haji di Alun-Alun Kendal. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menanamkan pemahaman rukun Islam secara benar sejak dini.

Selayaknya melaksanakan rukun haji di Makkah, sebanyak 1.500 siswa mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat. Salah satunya tawaf mengitari replika Kabah, sembari membaca dzikir dan doa seperti yang diucapkan oleh muthowif.

Oleh panitia, memang dibuat seolah para peserta sedang menjalankan rukun haji betulan. Diawali dengan membaca doa niat haji, mengenakan pakaian ihram, menginap di Mina, kemudian melaksanakan niat haji dan membaca bacaan talbiyah.

Jamaah kembali menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina. Pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah untuk selanjutnya melaksanakan ibadah wukuf. Ketika malam sudah tiba, seluruh jamaah haji segera menuju dan bermalam (mabit) di Muzdalifah.

Setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan jumrah Aqobah atau melempar batu krikil sebanyak 7 kali ke tugu pertama sebagai simbolisasi dalam mengusir setan. Setelah itu mencukur sebagian rambut, jamaah bisa melaksanan tawaf haji (menyelesaikan haji).

Meski runtutan ibadah haji tersebut hanya diperkenalkan dalam waktu yang sangat singkat. Tapi, hal itu membuat siswa ingin berangkat haji kelak. “Panas sekali pas ikut latihan ini. Tapi saya ini ke Makkah untuk naik haji kelak kalau sudah dewasa,” ujar Farhan, salah satu peserta.

Dia mengaku baru kali pertama mengikuti manasik haji. Namun, cukup memberikan pengetahuan. “Belum bisa sendiri, mengulang, tapi bu guru sering bilang soal tawaf dan lempar jumroh di kelas. Katanya, lempar jumroh itu buat lempar setan,” lanjutnya.

Selain itu, kisah yang kerap didengar adalah hajar aswad. Batu berwarna hitam yang membuat bocah ini penasaran. Sebab memiliki aroma wangi yang tiada tanding. “Saya mau cium hajar aswad kalau nanti pergi haji,” harapnya.

Ketua Ikatan Guru TK Muslimat NU Kabupaten Kendal, Herni Mulatsih mengatakan bahwa manasik haji tersebut bertujuan untuk memperkenalkan anak pada rukun Islam yang kelima. Disamping itu, untuk melatih motorik anak dan sosialisasi anak kepada anak.
“Latihan manasik haji diikuti oleh 1.500 anak dan didampingi oleh 300 guru. Harapannya, supaya ibadah yang menjadi rukun Islam ini sudah dikenali sejak dini,” katanya. (bud/ida)