MESIN BANTUAN : Sekretaris Dispertan Demak Wiwin Edi Widodo menunjukkan mesin pompa yang berderet di kantor Dinas Pertanian Demak, kemarin. Mesin-mesin itu menunggu diambil kelompok tani yang mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
 MESIN BANTUAN : Sekretaris Dispertan Demak Wiwin Edi Widodo menunjukkan mesin pompa yang berderet di kantor Dinas Pertanian Demak, kemarin. Mesin-mesin itu menunggu diambil kelompok tani yang mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

MESIN BANTUAN : Sekretaris Dispertan Demak Wiwin Edi Widodo menunjukkan mesin pompa yang berderet di kantor Dinas Pertanian Demak, kemarin. Mesin-mesin itu menunggu diambil kelompok tani yang mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK-Kementerian Pertanian (Kementan) memasok bantuan 12 mesin pompa dan 3 unit mesin pengolah pupuk organik untuk kelompok tani di wilayah Demak. Ini merupakan lanjutan dari bantuan sebelumnya, berupa 42 mesin traktor yang juga telah didistribusikan ke kelompok tani.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Demak Ir Wibowo melalui Sekretarisnya, Wiwin Edi Widodo mengatakan bahwa mesin-mesin pompa tersebut diberikan ke kelompok tani yang masih belum memiliki fasilitas untuk memudahkan mengairi lahan pertanian. Sedangkan, untuk mesin pembuat pupuk organik diberikan kepada kelompok tani di wilayah Kecamatan Mranggen, Karangawen dan Guntur. “Itu sebagai bagian dari cukai tembakau,” terang Wiwin, kemarin.

Untuk memperoleh bantuan tersebut, masing-masing kelompok tani sebelumnya mengajukan proposal lalu diverifikasi keberadaannya, apakah layak mendapatkan bantuan atau tidak. Verifikasi juga dilakukan pihak penyuluh lapangan.

“Kalau kelompok tani yang belum cukup dengan kebutuhannya, bisa mengajukan lagi supaya kebutuhan tercukupi. Jadi, semua sesuai dengan kebutuhan,” jelas dia.

Menurutnya, untuk 1 kelompok tani bisa mencakup lahan seluas 100 hingga 150 hektare. Meski demikian, ada pula yang menangani seluas 50 hektare tergantung kondisi lahannya. “Dengan adanya bantuan mesin pompa, bisa dipakai untuk membantu petani saat musim tanam pertama (MT I) ini,” katanya. (hib/ida)